Sejalan Dengan Pertumbuhan Industri Otomotif Kebutuhan SDM Terus Meningkat

19

Industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang berkontribusi signfikan pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi digital diyakini mampu menyokong industri otomotif yang berdaya saing global.

Kementerian Perindustrian mencatat, pada tahun 2017 sumbangsih industri otomotif terhadap PDB nasional mencapai 10,16 % dan menyerap tenaga kerja langsung dan tidak langsung sebanyak 1,5 juta orang. Hal itu menjadi indikasi  industri otomotif sepeda motor membutuhkan penyerapan tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar.

Dengan menargetkan produksi hingga 1,5 juta unit mobil pada tahun 2020,  perlu peran SDM yang terampil terutama  dalam menghadapi era digital.

Industri sepeda motor  ditargetkan nilai ekspornya sebesar 10 % dari total produksi yang mencapai 6 juta unit/tahun.

Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) memperkirakan tahun ini pertumbuhan sepeda motor akan mencapai angka 6,2 juta – 6,3 juta unit. Optimisme ini diketahui berdasar hasil pada periode Januari sampai September 2018 yang  mencapai 4,7 juta unit. Indonesia telah mengekspor kurang lebih ke  54 negara. Jadi pertanda, bahwa produk otomotif buatan Indonesia telah diakui dunia.

 Apalagi, Indonesia tidak hanya berpotensi sebagai salah satu pasar otomotif terbesar dunia, tetapi juga telah menjadi bagian dari basis produksi para produsen otomotif berskala global untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang didorong komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk menumbuhkan sektor industri di Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, berharap AISI dapat memanfaatkan pemberdayaan tenaga kerja terampil hingga ke tingkat pedesaan.Pihak industri dapat melakukan kegiatan pelatihan perbengkelan atau keterampilan bagi masyarakat agar ikut merasakan tumbuhnya industri sepeda motor dan mendorong usaha bengkel perawatan kendaraan.

Selain menyiapkan berbagai insentif fiskal yang menarik, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait telah menjalankan program strategis dalam penciptaan SDM berkualitas sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

Upaya ini sejalan dengan  Instruksi Presiden Nomor 9/2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan SDM Indonesia.

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3/2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri. (E-002)***