Kebijakan B20 Pangkas Impor Solar

28

Pemerintah dalam dua bulan terakhir telah menerapkan perluasan biodiesel 20 % (B20) untuk bahan bakar minyak Solar non-Public Service Obligation (PSO). Kebijakan ini diklaim telah menghemat impor Solar sebanyak 4.000 kiloliter (KL) per- hari.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengaku, meski menghadapi kendala dalam distribusi, implementasi perluasan B20 semakin baik.

Ini dapat dibuktikan dari impor solar yang terpangkas cukup besar secara harian. “Serapannya membaik, saya liat impor harian (solar) turun 4.000 kiloliter per-hari terhitung dari September sampai tujuh November kemarin,” kata Rida usai  Rapat Koordinasi dengan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dalam keterangannya.

Adanya tren positif penggunaan B20,  tidak hanya ditunjukkan dari turunnya angka impor solar. Walau penyerapan untuk non-PSO masih jauh dari target yang ditentukan, target penyerapan B20 untuk PSO sampai dengan saat ini sudah mencapai lebih dari angka 80 %.

“Untuk PSO (penyerapannya) sudah lebih dari 80 %. Sedangkan untuk non-PSO belum, kan baru dua bulan, membaiklah intinya,” ujar  Rida.

Penggunaan B20 diproyeksikan dapat memperbaki neraca perdagangan yang  masih negatif. Melalui perluasan B20, pemerintah optimistis impor solar akan terpangkas cukup besar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menilai pertumbuhan impor sudah turun menyusul berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah, namun angkanya masih besar.

“Impor walaupun growth-nya turun, tapi yoy masih 14 %, itu masih terlalu tinggi,” kata Sri Mulyani

Menkeu mengaku, senang dengan perkembangan terkini berdasar laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menuju ke arah membaik dari sisi neraca perdagangan, terutama nonmigas. “Kondisi September sudah menunjukkan positif, meskipun neraca perdagangan migas masih negatif. Dengan harapan kewajiban penggunaan biofuel atau B20 akan segera menurunkan impor dan konsumsi BBM di dalam negeri , sehingga akhir tahun 2018 diharapkan neraca perdagangan migas sudah positif,” katanya.  (E-002/BBS)***