Superbrands Pacu Kreativitas Melalui “Smart Festival 2018”

16

BISNIS BANDUNG — Untuk mengapresiasi peran konsumen dan merk dagang lokal, superbrands yang merupakan lembaga penghargaan nasional yang  berdiri sejak tahun 2004, menggelar acara  bertajuk “Smart Festival 2018.”

Dengan melibatkan ratusan orang yang tergabung dalam berbagai komunitas yang ada di Kota Bandung, “Smart Festival 2018” berlangsung meriah.

“Smart Festival 2018 merupakan festival satu hari yang mempertemukan stakeholders  konsumen, komunitas, entertaimen dan pemerintah dalam sebuah kegiatan kreatif, interaktif, positif serta inspiratif,” ujar CEO Superbrand Indonesia, Grandtyana Mayasari saat ditemui usai membuka acara ”Smart Festival 2018” di lapangan Saparua Jalan Banda no.28 Kota Bandung, Minggu (25/11/2018).

”Smart Festival” yang digelar di Bandung merupakan penyelengaraan  yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada tahun 2017 digelar di Jakarta.

Digelarnya event ini di  Bandung, menurut Grantyana  tidak lain karena kota ini selalu konsisten dalam berkontribusi secara positif dengan melahirkan brand – brand lokal dengan produk – produk berkualitas.

Oleh sebab itulah Superbrands  memberikan apresiasi terhadap beberapa platform digital yang berasal dari Kota Bandung, seperti Ciho Group, Hipmi Kota Bandung, Eengineer.co.id, Omi, Aesthetic Bluepin community serta Delitaste.

“Bandung itu selalu menjadi inspirasi bagi kami, kota ini pun terbukti telah menghasilkan produk komersial maupun non komersial yang memiliki kreatifitas dan kualitas dengan level yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Dalam setiap penyelengaraannya, smart festival itu selalu mengacu pada tiga pilar utama, yakni excersiseexpression dan education.

Di  Kota Kembang selama tahun 2018,  pilar excercise lebih meningkatkan prestasi generasi muda, terutama di bidang olah raga ekstrim yang menjadi kebanggaan Kota Bandung.

Kemudian pilar expression, dimaksudkan untuk memberikan tempat khusus bagi generasi muda Jawa Barat untuk mengekspresikan kecintaan pada seni dan budaya,  dengan penyelengaraan pasanggiri tari rampak kendang dan tari sunda klasik.

Sedangkan pilar education adalah kegiatan yang fokus mendukung program pemerintah untuk mencetak entrepreneur muda, salah satunya melalui seminar digital marketing dan entrepreneurship.

”Melalui acara ini, pihaknya berharap dapat memacu para pemilik merk dan produk lokal untuk selalu menghasilkan produk dengan kualitas dan daya saing yang tinggi. Dengan demikian produk yang diciptakan akan mampu bersaing, bukan hanya di tingkat lokal melainkan juga di tingkat internasional,” pungkas Grantyana. (Irvan Haryadi) ***