Wagub Uu Ruzhanul: Pemerintah Kadang Ragu Biayai Riset Jabar Berlari Kejar Kemajuan

32

BISNIS BANDUNG–Hasil  penelitian atau riset sejatinya bermanfaat untuk publik, termasuk  lembaga tertentu sebagai bagian dari inovasi dan kemajuan. Akan tetapi,  terkadang ada keraguan dari pemerintah untuk membiayai kegiatan riset tersebut.

 “Inilah sebuah anggapan yang keliru, padahal penelitian sesuatu yang penting untuk kemajuan dan pengembangan,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum pada acara temu keahlian atau Kolokium Hasil Riset Badan Penelirian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jabar 2018 di Gedung Sate, pekan ini.

Menurut Uu, riset dan penelitian di wilayah pemerintah kerap disikapi keraguan  apabila ingin membiayainya, karena dinilai biaya mahal dan ada anggapan hasilnya cuman kertas. Itulah yang  sangat salah.

Penelitian sangat penting untuk kemajuan dan pengembangan. Pemerintah tidak bisa membuat keputusan yang bersifat sosial, pemerintahan, kemasyarakatan, apabila tidak ada riset terlebih dahulu.

“Apabila pemerintah tidak ada terobosan dalam melayani masyarakat, kita akan ketinggalan dengan daerah lain.  Jabar berlari untuk mengejar  kemajuan atau ketertinggalan dengan provinsi lain,” ujar Uu.

“Kami mendorong adanya riset melalui keberpihakan dengan anggaran di masa yang akan datang,” tambahnya.

Daya saing daerah

Acara kolokium yang digelar untuk ketiga kalinya mengambil Tema: “Riset Kreatif untuk Mendukung Jabar Juara Berbasis Inovasi dan Kolaborasi.” Kolokium ini merupakan salah satu media penyebarluasan hasil penelitian BP2D Provinsi Jawa Barat.

Bertujuan mendiseminasikan hasil  penelitian, pengembangan dan inovasi yang dilaksanakan oleh Pemprov Jabar. Menampung umpan balik (feedback) untuk perbaikan hasil penelitain dan penyebarluasannya, serta mengevaluasi proses pelaksanaan penelitian ke depan.

Kemudian, sarana sosialisasi mengenai pentingnya berinovasi untuk meningkatkan daya saing daerah. Sebagai sarana komunikasi dan promosi hasil penelitian, pengembangan, dan inovasi kepada perangkat daerah, masyarakat luas, dan pihak industri sebagai pemanfaat hasil penelitian, pengembangan, dan inovasi.

Kolokium merupakan salah satu media interaksi para stakeholder bidang penelitian dalam upaya pengembangan kerjasama pelaksanaan dan pendanaan penelitian, pengembangan, dan inovasi di lingkungan Pemprov. Dimaksudkan pula menyosialisasikan Perdaprov tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual Nomor 10 Tahun 2018 dalam rangka menjaring dan melindungi hasil inovasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala BP2D Jabar, Lukman Shalahudin mengatakan acara kolokium  menghadirkan keynote speaker, yaitu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri RI Dodi Riyadmadji, serta Peneliti Utama LIPI Nurul Taufiqu Rochman.

Tercatat  180  peserta ikut serta dalam kolokium ini. Mereka berasal dari unsur perangkat Pemprov Jawa Barat, Balitbang dan Bappeda kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, perangkat daerah teknis kabupaten/kota di Jabar yang terkait dengan bidang penelitan, dan perguruan tinggi negeri dan swasta di Jabar, lembaga Litbang Kementerian maupun non-Kementerian yang ada di Jabar, serta stakeholder lainnya.

Dalam kolokium ini  diadakan pameran hasil inovasi dari dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemda Provinsi Jawa Barat. Namun, hanya ada 30-an dari 50-an OPD yang menghadirkan hasil riset atau inovasinya.

Pada kesempatan ini, Wagub Uu juga memberikan penghargaan kepada anggota Dewan Riset Daerah yaitu Rudi Hermawan dari ITB dan Haryadi Permana dari LIPI. Selain itu, dilakukan penyerahan secara simbolis dukungan berupa dokumen hasil penelitian dari Kepala BP2D Jawa Barat Lukman Shalahuddin kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.(B-002)***