Mengenal Ban Rekondisi

25

Ban jadi salah satu komponen vital pada kendaraan, mobil maupun sepeda motor. Karena ban  bersentuhan langsung dengan aspal, harus selalu prima agar laju kendaraan  stabil.

Meski begitu, bagi Anda yang ingin mengganti ban, ada baiknya tetap berhati-hati ketika memilih. Pasalnya, ada beberapa oknum penjual ban nakal yang menjual dagangannya bukan dalam kondisi baru, melainkan bekas.

Menurut Brand Manager PT Multistrada Arah Sarana , Salomon Manalu, untuk membedakan ban bukan  baru  bisa dilihat secara kasat mata.

  1. Pertama,  kita bisa lihat dari garis warna yang ada pada ban tersebut. Kalau dibuka tidak ada garis warna di telapaknya itu dipastikan bukan ban baru.
  2. Cara yang kedua, bisa dilihat dari bentuk ulir atau alur tapak ban. Biasanya ban yang sudah direkondisi ulir bannya tidak terlalu rapih. Karena mereka mencungkil ulang. Ketika dicungkil ulang biasanya tidak rata.
  3. Ke tiga, wrapping atau pembukus ban bekas atau rekondisi, biasanya lebih kusam daripada ban baru.
  4. Ke empat, tentu saja harga jual akan jauh lebih murah. Hal ini dikarenakan tidak ada biaya produksi.

Ban bekas dengan rekondisi memang beredar dan terlihat baru. Ban hanya memiliki batasan  kedalaman pada bagian tapak. Kedalaman ban tidak  mencapai satu millimeter.

Agar mendapatkan ban asli dan baru, sebaiknya membeli di showroom atau toko ban resmi . (E-002)***