Warga Saling Klaim Lahan Bukit Proyek Kereta Cepat

28

Perebutan sengketa lahan bukit yang akan dijadikan proyek kereta cepat, di padalarang, kabupaten bandung barat, kamis siang, diwarnai adu mulut warga. Masing-masing warga yang mengklaim kepemilikan lahan saling emosi, saat menjalani mediasi dengan pengadilan, di lokasi sengketa. Kedua kubu mengklaim memiliki lahan, karena yang tergusur proyek kereta api cepat bandung jakarta, akan mendapatkan ganti rugi hingga milyaran rupiah.

Adu mulut warga tak terhindarkan, saat kedua kubu emosi dalam sengketa rebutan lahan kepemilikian tanah bukit di kawasan padalarang, bandung barat. Kedua kubu masing masing asep saepudin, selaku penggugat emosi, karena tak terima dengan kepemilikan lahan bukit yang diklaim dede dari kubu tergugat.

Emosi kedua kubu antara penggugat dan tergugat diredam majelis hakim dari pengadilan negeri bale bandung, yang tengah bermediasi di lokasi. Mediasi kedua kubu dalam rebutan sengekata lahan bukit berlangsung alot. Sejumlah aparat kepolisian dan personel tni dari kodam tiga siliwangi ikut mengawal jalannya mediasi.

Kedua kubu sama-sama mengklaim kepemilikan lahan bukit lebih dari 10 ribu meter persegi, yang sudah terbagi ke dalam beberapa kavling. Mereka yang berseteru ngotot memiliki sertifikat tanah yang dikeluarkan badan pertanahan nasional  bandung barat. Mereka ngotot, karena lahan ini tergusur proyek pembangunan kereta cepat bandung jakarta, sehingga akan mendapat ganti rugi milyaran rupiah.

Mejales hakim belum memutuskan perkara kepemilikan lahan tersebut, karena akan menggelar sidang terkahir di lokasi, akhir pekan depan. Kasus sengketa lahan ini sudah terjadi sejak 2016, atau saat pengukuran proyek kereta cepat. Rencananya, lahan bukit ini akan dijadikan sebuah terowongan hampir sepanjang 4 ratus meter, sehingga akan memangkas bukit yang ternyata sudah dimiliki warga.

Algi muhammad gifari, bandung tv.