Genjatan Senjata Perang Dagang AS-China

51

  ADA catatan penting dari KTT G-20 di Argentina 2018. Bukan kebijakan mutahir tentang industri danb teknologi tetapi dialog langsung Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan pada jamuan makann malam di Buenos Aires itu menelurkan harapan baru dalam dunia perdagangan internasional. Meskipun tidak dinyatakan dalam sebuah dokumen resmi, Donald Trump berjanji tidak akan mengenakan tarif masuk impor barang dari China. Rencananya tahun 2019 AS akan mengenakan tarif masuk 25% atas barang yang masuk dari China ke AS. Sebaliknya, Xi berjanji akan menindak siapapun yang memasukan barang terlarang dari China ke AS. Zat terlarang itu ialah fentanil dan iopioid sintetis lainnya.

     Kesepakatan dua kepala negara yang tengah terlibat perang dagang itu, dapat dianggap sebagai pernyataan ”genjatan senjata”. Trump menyatakan tidak akan menindaklanjuti ancaman menaikkan tarif  dari 10 menjadi 25% bagi barang-barang yang masuk dari Tiongkok. Semula Trump menyatakan, tindakan menaikkan tarif itu merupana balasan atas perilaku dagang China yang dinilainya licik dan tidak adil.

    Gedung Putih menyebut, hasil pertemuan kedua kepala negara itu merupakan pertemuan luar biasa dan produktif. Hampir semua negara menyambut baik “gecatan senjata” tersebut. Semua negara terutama negara yang sedang membangun merasa khawatir, atas keputusan Trump akan mengenakan tarif besar terhadap barang China. Apabila itu dilaksanakan AS, dampaknya akan merusak tatanan perekonomian dunia. nergara-negara yang tengah mamebangun yang akan menjadi korban.   Barang-barang China yang sedianya dikirim ke As akan diparkir di negara-negara sedang membangun. Barang-barang tersebut tidak mungkin hanya masuk gudang menunggu perang dagang usai. China dapat “memaksa” Negara yang sedang membangun, menjual barang-barang tersebut di pasar bebas. Akibatnya produksi domestik akan kalah bersaing di negerinya sendiri. AS juga dapat menekan negara-negara yang tengah membangun apabila mereka mengurangi impor dari AS karena pasarnya jenuh.

    Dalam dialog langsung Xi dan Trump itu, disepakati, China akan membeli bebagai produk pertanian, energi, industri, dan lainnya dari AS. Pada masa perang dagang, China mengurangi jumlah impor produk pertanian dari AS seperti kacang kedelai, Kebutuhan China akan kacang kedelai sangat tinggi. Semua Negara mengakui, produktivitas dan kualitas kacang kedelai AS, sangat terbaik di dunia..

    Perang dagang AS-China diumumkan Donald Trump katrena ia melihat neraca perdagangan AS- China tidak berimang. Barang-barang China jauh lebih banyak yang masuk daripada sebaliknya padahal AS memiliki potensi sangat besar mengekspor energi, industri, dan sebagainya. Namun pada perjalanannya, AS tidak mungkin menutup pintunya bagi masuknya produk China. Pasar AS  membutuhkan berbagai produk China. Artinya produk China punya pasar yang cukup luas di AS. Jalan yang ditempuh Donald Truump dalam mengatasi ketimpangan perdagangan itu dengan mengenakan tarif tinggi terhadap barang China yang masuk ke AS. Akibanya, China akan mengalami kerugain sangat besar dan tentu akan mengurangi bahkan menghentikan ekspor ke AS.