Menyoal Defisit BPJS Kesehatan

83

PERSOALAN  defisit BPJS Kesehatan  kerap dibahas dalam ruang-ruang  publik, namun  pandangan  yang muncul seperti tidak berdaya,  hanya sekadar masukan untuk dibahas lebih lanjut.  

Konon defisit itu sudah mencapai belasan  triliun. Mengerikan tentunya  jika angka defisit itu bertambah tiap tahunnya. Apa yang terjadi dengan BPJS Kesehatan. Inilah  potret besar BPJS Kesehatan yang defisitnya sudah begitu besar nampaknya masalah finansial menjadi masalah utama di sini.

Secara kasat mata dipastkan  uang ke luar jauh lebih besar dari uang masuk. Boleh jadi ada kesalahan dalam membuat prediksi bisnis khususnya dalam aspek finansial? Masalah arus kas sepertinya menjadi persoalan laten yang harus ditanggulangi secepatnya. Kalau tidak banyak yang menerima dampaknya mulai dari rumah sakit sampai ke distributor obat dan alat kesehatan.

Prinsip dasar dari BPJS Kesehatan sebetulnya sangat bagus dan sangat mulia. Dalam hal ini, yang sehat memberikan subsidi kepada yang sakit, dan yang kaya memberikan subsidi ke yang miskin. Prinsip dasar ini pasti semua setuju, karena bagaimanapun yang kondisinya lebih beruntung harus membantu mereka yang kurang beruntung.

Soal analisis, perkiraan, dan prediksi yang dibuat oleh tim yang ditunjuk pemerintah sudah memadai. Ini tercermin dalam rencana kerja BPJS Kesehatan dalam menampung masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki berbagai asuransi pemerintah, Angkatan Bersenjata dan Polri. Tahapan-tahapan yang dibuat terlihat meyakinkan.

Pada saat BPJS Kesehatan mulai bergulir optimisme terlihat di wajah para petinggi pemerintahan saat itu. Keinginan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh bangsa Indonesia sudah dimulai walau ada beberapa pentahapan. Namun, dalam cetak biru jelas sekali perlindungan kesehatan akan diberikan bagi mereka yang mendaftar menjadi anggauta BPJS Kesehatan dan membayar iuran sesuai dengan kesepakatan yang harus disetujui oleh kedua belah pihak. Prospek masa depan yang baik bagi BPJS Kesehatan sangat jelas terpateri pada wajah para pengelolanya.

Sementara itu, pihak pasien yang sudah lama mendambakan Sistem Jaminan Sosial Nasional menyambut gembira kebijakan pemerintah yang sangat strategis ini. Suka cita adalah suasana di masyarakat. Pihak Rumah Sakit, apotik, dan industri farmasi yang menandatangani kontrak kerja sama dengan BPJS Kesehatan sudah mulai menghitung arus dana yang akan masuk. Tentu saja mereka harus memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan kesepakatan bersama.

Awal dari pembahasan konsep Jaminan Kesehatan Nasional, boleh jadi dimulai dengan semangat tinggi dan penuh dengan idealisme. Bagaimanapun, kalau konsep ini terlaksana maka ini akan menjadi salah satu sistem jaminan sosial terbesar di dunia. Ini dikaitkan dengan populasi Indonesia yang begitu besar, maka biaya pelayanan kesehatan akan jumlahnya sangat besar. Hal yang sama berlaku untuk biaya obat. Belum lagi kalau dihitung jumlah rumah sakit, klinik, dan apotik yang terkait dalam jaringan Jaminan Kesehatan Nasional jumlahnya akan sangat banyak.

Sesungguhnya pada tubuh BPJS Kesehatan telah berlaku pepatah lama, lebih besar pasak dari pada tiang. Pengeluaran uang yang begitu deras, besar, dan dahsyat ternyata tidak mampu diimbangi oleh pemasukannya. Situasi seperti ini pasti tidak bisa didiamkan. Walaupun institusi ini bekerja untuk melayani masyarakat luas dalam jaminan kesehatan, pada dasarnya BPJS Kesehatan juga suatu institusi bisnis.

Sebagai institusi bisnis, maka BPJS Kesehatan harus tetap eksis sesuai dengan visi dan misinya. Selain itu, BPJS Kesehatan harus berkembang untuk mememberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat yang merupakan anggotanya. Untuk itu BPJS Kesehatan harus juga sehat.

Melihat persoalan intinya adalah aspek keuangan, maka pengaturan keuangan yang harus ditata ulang sesuai dengan kaidah tata kelola perusahaan yang baik.Lebih dalam lagi, tentu yang dimaksud adalah bahwa manajemen keuangannya harus diatur dengan bagus. Bahkan, nampaknya strategi finansialnya yang harus ditelaah lebih jauh, boleh jadi ada kesalahan strategi finansial dalam mendisain, menjalankan, dan mengembangkan BPJS Kesehatan dari aspek finansial.

Dio Gindara***