Penjualan Mobil Tetap Stabil Walau Ada Kekhawatiran Terdampak Gejolak Politik

48

Pertumbuhan pasar otomotif nasional tahun terdukung dengan semakin membaiknya sektor komoditas, terutama  pertambangan dan banyaknya proyek infrastruktur. Pertumbuhan ekonomi nasional saat ini menyentuh 5,3-5,4 %.

Walau ada kekhawatian, gejolak politik jelang pilpres yang menimbulkan hawa panas yang mulai terasa di tahun  2018 , bakal mengganggu penjualan.

Salah satu produsen besar mobil di Indonesia, Astra Daihatsu Motor (ADM)  memprediksi pada tahun 2018 , penyerapan pasar kendaraan bermotor roda empat menyentuh angka 1,16 juta unit.

Penjualan mobil di dalam negeri berdasarn data  Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengalami positive growth pada wholesales (pabrik ke diler) maupun retail (diler ke konsumen).

Tercatat pada Januari sampai Oktober 2018, masing-masing pasar tumbuh 7,4 % menjadi berjumlah 962.697 unit, dan 10,4 % di retail menjadi 945,084 unit, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Catatan tersebut mendorong optimisme buat pelaku bisnis sektor otomotif anggota Gaikindo. Untuk mencapai target akhir tahun yang sudah diproyeksikan, yaitu sebanyak 1,1 juta unit, sebagaimana disampaikan Johannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.

Merek Toyota masih menjadi pemimpin pasar pada dua segmen wholesales (WS) maupun retail sales (RS) dengan market share masing-masing, 30,5 %  (293,519 unit) dan 30,7 % (290,423 unit). Namun dari angka jualannya sendiri, mengalami penurunan 7,9 % dan 3,7 %.

Pada tempat kedua di tempati anak perusahaan Toyota, yakni  Daihatsu dengan pangsa pasar di WS 17,5 % (168.539 unit) dan RS17,0 % (160.981 unit). Bila keduanya digabung, penguasaannya mencapai angka 48 % untuk wholesales dan retail 47,7 %.

Di posisi ketiga diraih Honda yang kebagian jatah kue di WS 13,8 % (133.231 unit) dan RS 14,2 %n (133.813 unit). Posisi ke empat dan lima ditempati Mitsubishi dan Suzuki. (E-002/BBS)***