Dana BPMU 2018 Belum Juga Cair

103

BISNIS BANDUNG- Dana bantuan pendidikan menengah universal (BPMU) tahun 2018  hingga kini  belum turun, membuat  sejumlah SMA dan SMK di Jawa Barat cemas  apakah dana tersebut akan cair atau tidak.
“Kami telah meminta pemerintah segera mencairkan dana BPMU guna  memenuhi kebutuhan sekolah dan kegiatan belajar mengajar di SMA dan SMK Jawa Barat,” tutur Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, KH Habib Syarief Muhammad Al Aydrus kepada  pers, pekan lalu.

Disebutkan,  dana BPMU telah disepakati pemerintah dengan besaran Rp. 350 ribu persiswa perbulan, tetapi dalam prosesnya nominal tersebut hanya diterima oleh satuan pendidikan pada periode Bulan Januari – Juli. Bahkan, pada  periode Agustus – Desember besaran yang diterima hanyalah Rp. 24 ribu untuk setiap siswa perbulannya, karena terjadinya defisit anggaran.

Untuk alokasi anggaran tahun 2019 nanti, pihaknya telah mengalokasikan dana BPMU kurang lebih total Rp 603 Miliar, baik untuk sekolah negeri maupun sekolah swasta. Di mana dana bantuan untuk masing- masing SMA dan SMK swasta, akan mendapatkan Rp.500 ribu per bulan atau Rp 6 juta per tahun bagi setiap siswa.

“Kalau perhitungan pemberian dana BPMU di tahun 2017 dan 2018 hanya 10 bulan, tapi untuk tahun 2019 ini menjadi 12 bulan dan peningkatannya besar sekali,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan tersebut berdasarkan pada pertimbangan tingkat kebutuhan setiap anak yang sangat tinggi. Sehingga diharapkan bantuan ini dapat memberikan motivasi kepada para siswa, dalam peningkatan kualitas.

Sebagaimana dijelaskan  Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Ahmad Hadadi bahwa keterbatasan anggaran dalam APBD 2018, berdampak pada tidak terpenuhinya dana BPMU di tahun 2018, karena dalam APBD tahun ini ada prioritas pembangunan di sektor lain.
Walau demikian, Hadadi  berharap dan mengusulkan anggaran BPMU secara penuh bisa teralisasi pada tahun 2019.(B-002)***