Hidupkan Perkebunan Membutuhkan Inovasi

75

BISNIS BANDUNG – Menghidupkan kembali kejayaan sektor perkebunan,  bahkan pernah menjadi primadona Indonesia hukumnya wajib.

“Untuk menghidupkan  kejayaan sektor tersebut  butuh inovasi-inovasi,” ujar Anggota Komisi II DPRD Jabar Yunandar Eka Prawira, saat menghadiri gelaran pameran produk perkebunan dari seluruh Nusantara.

Pameran, berlangsung di Gedung Sate Jl Diponegoro No.22, Bandung, diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Hari Perkebunan ke-61 Tingkat Nasional Tahun 2018. Temanya,” Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan.”

Dijelaskan Yunandar, semua bangsa di dunia ini tahu sektor perkebunan Indonesia pernah diburu bangsa-bangsa asing yang berujung dengan terjadinya praktek kolonialisme.

Seiring berakhirnya kolonialisme, kejayaan sektor tersebut turun drastis oleh karenanya menghidupkan kembali kejayaan sektor tersebut sangat diperlukan.

Untuk mendorong, percepatan perkembangan sektor perkebunan dibutuhkan inovasi baru.

“Dengan hadirnya inovasi tersebut, komoditas unggulan disektor perkebunan lokal dapat bersaing dipasaran global,” katanya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan awal mula sejarah perkebunan Indonesia berasal dari Jawa Barat. Hal ini berdasarkan cerita tanam paksa pada zaman Belanda dulu.

“Sejarah menyebutkan bahwa awalnya perkebunan bukan dari provinsi lain, tetapi adalah dari Provinsi Jawa Barat, sehingga perkebunan sekarang menyebar kemana-mana itu adalah awalnya dari Jawa Barat,” katanya.

Menurut Uu, Promadoma produk perkebunan Jawa Barat  saat itu adalah tanaman Akar Wangi. Tanaman itu berasal dari Garut, Priangan Timur.(B-002)***