RI Ekspor Domba Garut ke Uni Emirat Arab

51

EKSPOR kambing dan domba terus meningkat pada tahun ini. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan daya saing dan mempermudah perizinan ekspor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengatakan, capaian ekspor peternakan khususnya ternak kambing dan domba sampai dengan bulan September 2018 cukup baik.

Menurut dia, ekspor domba pada 2017 tercatat hanya 210 ekor, sedangkan pada 2018 sudah ada 3 kali pengiriman ke Malaysia sebanyak 2.921 ekor.

“Ini artinya ekspor domba mengalami peningkatan sangat tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar dia di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Ketut menyatakan, pada tahun ini Indonesia juga mulai mengekspor domba Garut ke Uni Emirat Arab.

Berdasarkan sales contract yang telah ditandatangani pada 26 Oktober 2018 antara PT Inkopmar Cahaya Buana dengan pihak importir di negara tersebut.

Dari kontrak tersebut, Indonesia akan memenuhi permintaan domba garut sebanyak 300 ekor dengan nilai potensi ekspor sekitar Rp 3,04 miliar.

“Setelah ekspor komoditas peternakan lainnya seperti obat hewan, ternak babi, susu dan produk susu, daging sapi premium wagyu beef, pakan ternak, telur tetas, DOC daging ayam olahan dan telur asin, kini ekspor domba juga mulai meningkat,” kata dia.

Manfaatkan Lahan Hijau Ibu Kota

Kambing memakan rumput di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Rabu (7/11). Rumput yang menghijau di kawasan tersebut dimanfaatkan peternak untuk menggembalakan kambingnya

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementan Fini Murfiani  menyatakan, dalam kunjungan ke Kementan sebelumnya, Private Development Pihak Uni Emirat Arab ‎menyampaikan keinginannya untuk mengimpor 300 ekor Domba Garut per tiga bulan sekali dan 1.500 ekor domba Jawa setiap bulan.

Selain itu pihak UAE juga berencana melakukan investasi untuk pembiakan dan penggemukan sapi sebanyak 100 ribu ekor. “Mereka memerlukan lahan sekitar 100 ribu hektar untuk pemeliharaan secara ekstensif, seperti yang telah dilakukan UAE di Malaysia,” tutur dia.

Menurut Fini, beberapa persyaratan yang diajukan adalah infrastruktur yang mudah terjangkau seperti bandara dan pelabuhan, serta aman dari beberapa potensi bencana seperti pulau Kalimantan.

“Adanya hubungan kerjasama perdagangan dengan Negara Persatuan Emirat Arab ini kita harapkan akan jadi peluang ekspor komoditas ternak lainnya dari Indonesia, selain itu juga ada investasi bidang peternakan di Indonesia dari negara tersebut,” lanjut dia.

Fini menyebut, saat ini Indonesia juga telah menyediakan berbagai fasilitas bagi investor di bidang peternakan antara lain berupa fasilitas tax allowance, tax holiday, dan kemudahan proses perijinan berusaha.

“Kita berharap kerjasama perdagangan antar kedua negara ini akan semakin meningkat khususnya di bidang peternakan dan kesehatan hewan,” tandas dia. (C-003/BBS)***