Terungkap, Fakta Bisnis Kamar Dalam Lapas

27

Mantan kalapas sukamiskin, wahid husein, kembali menjalani sidang perkara kasus suap dengan agenda saksi, di pengadilan tipikor bandung. Dalam sidang tersebut, saksi menyebutkan, fahmi darmawansyah, berperan mengatur bisnis kamar di dalam lapas, dengan diketahui pejabat  kalapas sukamiskin.

Pada perkara suap terhadap mantan kepala lapas sukamiskin, wahid husein, dalam sidang agenda pemeriksaan saksi, terungkap fakta, seorang napi, fahmi darmawansyah, berperan dalam mengatur bisnis kamar di dalam lapas.

Dalam kesaksiannya, andi rahmat, yang juga narapidana lapas sukamiskin menyebut, fahmi memiliki peranan penting di lapas sukamiskin, mulai dari bisnis jasa tempat untuk berhubungan suami-istri, sampai usaha renovasi, dan booking kamar tahanan.

Selain itu, terkait pemberian kendaran roda empat untuk terdakwa, dan kado tas untuk dirjen pas, saksi mengetahui karena ada arahan dari fahmi. Saksi yang merupakan terpidana kasus pembunuhan ini, dipercaya untuk menjalankan bisnis di dalam lapas, sekaligus menjadi ajudan fahmi darmawansyah.

Usaha renovasi dan booking kamar tahanan dijalankan oleh saksi atas perintah dari fahmi, dan diduga diketahui para pimpinan lapas. Dari hasil tersebut, setiap narapidana yang ingin merenovasi kamar melalui saksi, dikenai tarif 100 juta, dengan keuntungan bersih 50 juta rupiah. Proses pembayaran dilakukan tunai maupun transfer melalui rekening istrinya.

Usai sidang, wahid husein mengaku, ada kesalahan yang dilakukannya saat menjadi kalapas. Namun, wahid mengaku, pemberian kado tas untuk dirjen pas  merupakan inisiatif sendiri, tidak ada permintaan dari pimpinan.

Sementra itu, menurut kuasa hukum terdakwa, firma uli silalalahi, pemberian kendaran roda empat merupakan tawaran dari fahmi, bukan  permintaan terdakwa. Selain itu, kado tas untuk dirjen merupakan inisiatif terdakwa, bukan permintaan dari dirjen pas.

Sidang pun ditutup majelis hakin, dan akan kembali digelar rabu pekan depan, masih dengan agenda pemeriksaan saksi.

Yuwana kurniawan, bandung tv.