Pembangunan Gedung SMP Terbengkalai

47

Operasi tangkap tangan bupati cianjur oleh kpk karena terlibat pemerasan dana alokasi khusus pendidikan, berdampak pada terhentinya pembangunan sekolah menengah pertama di kabupaten cianjur. pihak sekolah terpaksa tidak melanjutkan pembangunan, karena tidak ada anggaran. ironisnya, dana alokasi khusus tersebut sudah dicairkan pihak sekolah.

Inilah salah satu bangunan program d-a-k  yang magkrak, terdiri dari dua ruang kelas, yang tidak dilanjutkan pihak smp negeri delapan naringgul, di jalan alba, desa wangun sari, kecamatan naringgul, kabupaten cianjur.

Hampir tujuh bulan pembangunan, ruang kelas ini terbengkalai. padahal, sekolah ini mendapat anggaran dana alokasi khusus sebesar dua ratus empat puluh juta, untuk pembangunan dua ruang kelas belajar. ironisnya, anggaran dana alokasi khusus atau d-a-k tersebut, sudah dicairkan pihak sekolah.

Menurut komite smpn 8 naringgul, pembangunan dua ruang kelas belajar ini untuk sementara memakai dana talangan dari pengusaha di sekitar sekolah, dengan perjanjian akan digantikan jika anggaran dak sudah cair. namun, setelah dak cair, pihak sekolah tidak menyelesaikan pembangunan dua ruang kelas belajar. hingga saat ini, pihak sekolah pun belum membayar dana talangan kepada salah satu pengusaha.

Selain itu, kepala sekolah selaku penanggung jawab juga tidak pernah hadir di sekolah. terlebih, setelah ada operasi tangkap tangan bupati cianjur, bersama kepala dinas pendidikan  cecep sobandi, dan kabid smp rosidin, terkait pemotongan anggaran dak.

Sementara itu, ketua aliansi masyarakat untuk penegakan hukum, yana nurjaman menduga kuat, ada rekayasa laporan keuangan mengenai program bantuan dana alokasi khusus yang dilakukan kepala sekolah, sehingga sebelum pembangunan ruang kelas selesai, uang sudah dicairkan terlebih dahulu oleh pihak sekolah.

Diduga, sebagian uang tersebut untuk pengkondisian kepada beberapa pejabat dinas pendidikan, agar tahun berikutnya sekolah tetap akan mendapatkan program bantuan.

Heri setiawan, bandung tv.