Razia Gabungan Angkutan Mudik Natal Dan Tahun Baru Antisipasi Kecelakaan

34

Petugas gabungan di kota cimahi, rabu siang melakukan razia berupa operasi terhadap angkutan mudik natal dan tahun baru. hasilnya, belasan bus antar kota antar provinsi dinyatakan tak layak jalan, karena ban gundul dikhawatirkan pecah saat dioperasikan. selain itu, petugas juga menemukan sejumlah alat pemadam kebakaran tidak berfungsi, yang dapat membahayakan penumpang. operasi tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko kecelakaan selama musim natal dan tahun baru.

Petugas gabungan terdiri dari dinas perhubungan, anggota kepolisian dan tni, mendatangi sejumlah pangkalan bus antar kota antar provinsi, di kawasan baros, kota cimahi. para petugas melakukan pemeriksaan dan pengecekan satu persatu kendaraan bus untuk mengetahui kelayakan pada bagian fisik, mesin hingga administrasi trayek.

Dalam operasi ini, petugas menemukan sejumlah bus tak layak jalan, karena melanggar aturan. salah satu pelanggaran yang ditemukan, bus angkutan umum dengan tujuan ke jawa tengah dan yogyakarta dengan kondisi ban gundul, sehingga rawan pecah saat dioperasikan. selain itu ditemukan pula kondisi lampu tak menyala hingga alat pemadam kebakaran tak berfungsi.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan awak bus memanipulasi ijin trayek. beberapa bus angkutan umum justri dijadikan angkutan pariwisata. selain di kawasan baros, petugas gabungan juga melakukan operasi angkutan jelang natal dan tahun baru di jalan gandawijaya. dalam pemeriksaan, diketahui sejumlah pengemudi mengantongi surat ijin mengemudi atau sim yang sudah kadaluarsa. awak bus yang melanggar kemudian ditindak oleh aparat kepolisian. selain itu, karena berpotensi menimbulkan kecelakaan, bus yang tidak layak jalan diganti dengan bus lain untuk diberangkatkan.

Operasi angkutan mudik jelang natal dan tahun baru ini dilakukan, sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan tertib selama berlalu lintas. hasil temuan petugas, pelanggaran saat operasi angkutan jelang natal dan tahun baru ini tergolong fatal, karena masih banyak kendaraan yang melanggar baik dari sisi administrasi maupun fisik kendaraan.

Algi muhamad ghifari, bandung tv.