Bekraf Suntik Pelaku Usaha Kreatif di Daerah

48

BADAN Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong pelaku usaha di daerah terus berkembang. Salah satunya dengan memberikan bantuan infrastruktur dan fasilitas bagi pelaku bisnis kreatif.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf, mengemukakan, program pemberian bantuan yang diberikan pemerintah berupa barang dan bersifat stimulan, bukan hibah maupun bantuan sosial.

“Kami merasa banyak sekali fasilitasi yang kurang lengkap terutama di daerah, sehingga mengurangi antusiasme pelaku usaha kreatif setempat. Melalui bantuan ini diharapkan mereka akan bangkit dan bergairah,” ujar Triawan.

Adapun bantuan yang diberikan Bekraf terdiri atas tiga paket, antara lain Revitalisasi Ruang Kreatif, Sarana Ruang Kreatif, serta Sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Sepanjang 2018, tercatat Bekraf telah merevitalisasi 11 ruang kreatif serta lebih dari 2.800 jenis sarana, dan 635 jenis sarana TIK diberikan kepada penerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp42 miliar.

“Infrastruktur merupakan salah satu kunci utama dalam persaingan kreativitas dan pertumbuhan ekonomi,” kata Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari

Program yang telah dilakukan sejak 2017 ini, berhasil merevitalisasi sebanyak 35 ruang kreatif, lebih dari 10.000 jenis sarana, serta lebih dari 1.500 sarana teknologi informasi dan komunikasi yang diberikan kepada 92 penerima bantuan, yang tersebar dari Sabang sampai Raja Ampat.

Pada tahun ini, Bekraf telah menyerahkan bantuan kepada 47 penerima yang dilaksanakan sejak Maret hingga Desember 2018. Untuk program selanjutnya, proposal penerimaan bantuan Bekraf dibuka pada 1 Desember 2018 sampai 28 Februari 2019. (C-003/ven)***