Dewan Tinjau Longsor di Tasik dan Bogor

44

BISNIS BANDUNG- DPRD  Jabar  melaksanakan  Citra Bakti DPRD Jabar 2018, di dua lokasi, Parungpanjang, Kabupaten Bogor dan Culamega Kabupaten Tasikmalaya.  Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (22-23/12/2018).

“Kawasan Culamega dipilih, karena di kawasan tersebut November 2018 terkena musibah banjir dan longsor  merenggut  korban  jiwa,” kata Anggota DPRD Jabar Yod Mintaraga.

Musibah tersebut, kata  Yod  mengakibatkan jembatan nasional Jalur Cipatujah Tasikmalaya-Garut terputus.  “Sebetulnya  penyebab banjir itu adanya di Kecamatan Culamega. Makanya, kita datang ke sana,” tambahnya.

Sebanyak  26 anggota DPRD Jabar dari berbagai Fraksi, Golkar, PAN, PDIP, PPP, PKB, Nasdem, Gerindra dan PKS berkunjung ke lokasi untuk melihat dan mendengar apa yang saat ini masih dirasakan warga masyarakat.

Dari hasil kunjungan  dewan didapat informasi, kondisi lingkungan masih belum baik. Infrastruktur jalan, jembatan, dan  irigasi banyak yang belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Hal tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat, mayoritas masyarakat Culamega berprofesi sebagai petani  yang terdiri atas  perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Tidak hanya itu, akses hubungan antar desa di Kecamatan Culamega  juga belum berjalan dengan baik, karena masih ada sebagian ruas jalan yang belum dibersihkan dari material longsor.

“Alasannya adalah, karena tidak ada alat berat. Jadi PU kabupaten, tidak memiliki alat berat yang cukup. Kalau kita nyewa dari luar, biayanya juga kan mahal, per jam, berapa gitu,” ungkap Yod.

Selain itu, rumah warga yang mengalami rusak berat, sedang dan ringan akibat bencana tersebut juga belum diperbaiki, terdiri dari 47 rumah rusak berat, 37 rumah rusak ringan dan 156 rumah rusak sedang.

Kecamatan Cula Mega terdiri dari 5 desa, meliputi Desa Cikuya, Bojongsari, Cipicung, Cintabodas dan Mekarlaksana.  “Desa yang rusak parah ada dua, Desa Cikuya dan Desa Bojongsari,”  katanya.(B-002)***