Masyarakat Perlu Advokasi Permodalan

45

BISNIS BANDUNG- Sebagian besar wasyarakat belum memahami akses  permodalan, bahkan mereka beranggapan meminjam modal usaha  sangat beresiko karena harus berhadapan dengan bunga yang melilitnya.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Jabar, Pepep Syaiful Hidayat, S.Ikom kepada wartawan, pekan ini seusai melakakukan  reses di Kab.Sumedang, Subang dan Majalengka.

“Mereka mengharapkan adanya advokasi dari pemerintah daerah dan provinsi sebelum melakukan peminjaman permodalan, sebab nyatanya masyarakat bawah pada takut berhutang,” ujar Pepep.

Peningkatan infrastruktur berdampak ekonomi, kesehatan dan pendidikan sekalogus merupakan tuntutan masyarakat.

“Pendidikan sudah oke dan murah, tapi kalau kurang didukung dengan infrastruktur jalan yang memadai dan fasilitas umum seperti angkutan desa/ angkot tentunya menjadi beban masyarakat, terutama para orang tua siswa untuk ongkos anaknya pergi ke nsekolah dengan cara naik ojek,” katanya.

 “Aspirasi dan masukan-masukan yang diperoleh saat reses ini akan diperjuangkan oleh Anggota DPRD untuk ditindaklanjuti dalam program pembangunan daerah, sesuai dengan kewenanganya. Serta dapat dimasukan sebagai pokok-pokok pikiran DPRD pada saat penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD),”tuturnya.(B-002)***