Polemik Penertiban Pemilik Keramba Jaring Apung

86

Jumlah keramba jaring apung di waduk cirata terus meningkat, hingga menjadi sembilan puluh delapan ribu atau naik delapan kali lipat. kondisi air waduk pun menjadi tidak sehat akibat sampah kja. dalam sehari, ada empat ratus dua puluh ton sisa pakan yang tidak termakan ikan, sehingga terjadi sedimentasi serta endapan racun di waduk terbesar seasia tenggara tersebut.

Pemerintah kabupaten bandung barat mendukung penuh upaya penertiban kolam jaring apung atau kja di waduk cirata, demi menyukseskan program citarum harum.  karena itu, pemda kbb meminta pemilik berinisiatif membongkar sendiri kja-nya, demi kebaikan bersama dan menjaga kestabilan suplai listrik jawa-bali.

Bupati bandung barat, aa umbara, juga meminta para pemilik kja didata ulang, untuk mengetahui pengusaha pribumi dan pendatang. pemerintah daerah tengah mempersiapkan analisa usaha yang cocok untuk alih profesi. salah satunya, pengembangan objek wisata, karena waduk cirata sangat potensial untuk menjadi destinasi wisata. dengan begitu, keamanan dan kebersihan waduk cirata dapat terjaga sebagai salah satu objek vital nasional, dalam penyediaan kebutuhan listrik di pulau jawa dan bali, yang sudah berjalan 30 tahun.

Selain sebagai pembangkit listrik tenaga air, waduk cirata juga berfungsi untuk perikanan, dan pertanian. awalnya, jumlah kja yang diperbolehkan hanya 12 ribu, tapi kini menjadi 98 ribu atau naik delapan kali lipat. dampaknya, kondisi air waduk menjadi tidak sehat tercemar sampah kja, bakteri e-coli, sedimentasi dari nutrien, eceng gondok, korosif, serta endapan racun.

Dalam sehari, terdapat 420 ton sisa pakan tidak termakan, yang bisa menghasilkan eceng gondok. jika tidak ditertibkan atau dikurangi, dampaknya berpengaruh terhadap operasional turbin sebagai penghasil listrik.

Algi muhammad gifari, bandung tv.