100 Hari Gubernur Jabar Luncurkan 17 Program

103

BISNIS BANDUNG- Keuingin tahuan publik untuk mengetahui 100 hari  kerja Gubernur-Wagub Jawa Barat, sesungguhnya tidak bisa diukur secara konkret untuk menentukan keberhasilan program-program  Pemprov Jabar.

“Itu suatu ukuran yang memang dari sisi waktu terlalu pendek. Walau begitu, harus ada langkah penting yang dijadikan landasan untuk bergerak ke depan. Misalnya, yang paling penting 100 hari pertama itu adalah sebuah kebijakan,” kata Anggota Komisi  B DPRD Jabar, Yunandar Eka Perwira kepada pers, pekan ini.

Dia pun memberikan catatan terkait 100 hari kerja gubernur dan wakil gubernur M Ridwan Kamil-Uu Rhuzanul Ulum yang telah berhasil meluncurkan 17 program.

“Terkait 17 program yang diluncurkan Pemprov Jawa Barat dalam 100 hari kerja Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Rhuzanul Ulum, catatan kami harus ada program prioritas dan harus fokus, sehingga nanti ada capaian yang signifikan. Jangan sekadar semua jalan tapi tidak ada yang signifikan,” kata  Yunandar.

 Politisi dari Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat tersebut mengatakan untuk mencapai hasil yang signifikan dibutuhkan sejumlah hal, yakni fokus di anggaran, sumber daya manusia dan investasi teknologi.

“Jadi, memang betul mulai dari visi misi, tapi tidak cukup sampai sana, harus ada satu kebijakan turunan yang lebih konkret untuk setiap sektor (setelah 100 hari pertama),” kata dia.

Menurut dia, hingga hari ini Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat 2018-2023 masih dibahas di DPRD, belum menjadi dokumen acuan untuk pembangunan selama lima tahun ke depan.

“Sesungguhnya dari RPJMD yang nomor satu. Tapi bisa juga yang lainnya terkait regulasi yang mengatur kinerja Pemprov Jabar ke depan,” kata dia.

Ia mengatakan, dari 17 program capaian di 100 hari, sesungguhnya meletakkan pariwisata sebagai prioritas belum terlihat. Itu bisa dilihat dari program yang ada,” ujarnya.(B-002)***