Arief Yanto Rukmana, S.T., M.M. Memberi Manfaat Dengan Keilmuan

114

Arief Yanto Rukmana, S.T., M.M. kelahiran Jakarta  17 Agustus 1989 , kini menjabat sebagai Presiden Ikatan Coach Bisnis Indonesia (ICBI). Selain itu , Arief  juga aktif dii ABDSI Jabar (Asosiasi Business Development Indonesia), TDA, HIPMI, JPMI, ABCGM (Akademisi, Business, Community, Goverment, Media), Pendamping WUB Jabar serta Asosiasi Profesi Dosen (ADI:Asosiasi Dosen Indonesia) 

Penganut moto hidup :  “Menebar manfaat untuk  banyak umat” ini mengutarakan, awal kiprah menjadi Presiden ICBI dimulai pada tahun 2014 terdorong oleh banyaknya masyarakat  wirausaha  serta  tenaga profesional yang bergelut di kewirausahaan  untuk mendirikan organisasi . Dorongan itu mencuatkan kelahiran  Ikatan Coach Bisnis Indonesia yang diharapkan mampu  menjadi wadah dan manfaat berbagi keilmuan bisnis.

Arief  mengungkapkan, latar belakang profesi menjadi salah satu inspirasi yang menguatkan untuk mendirikan ICBI, karena  para pendiri semangat ingin memberikan manfaat kepada masyarakat dengan keilmuan yang ada sebagai konsultan – mentor dan coach bisnis. “Ide inspiratif timbul ketika sering aktif di komunitas Kota Bandung  saat melakukan kegiatan pendampingan Wirausaha Baru,”tutur Arief.

Ia mengaku , sangat menyukai memberikan pelatihan dan mengembangkan bakat orang lain, pasalnya ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat dampingan Wirausaha sukses. ” Sudah lebih dari 5 tahun,  kami selalu saling melatih satu sama lain, meningkatkan kemampuan dan kualitas diri, saling asah, saling asih dan saling asuh,” ungkap Arief..

Selama menjadi Presiden ICBI, Arief  mendapat  sejumlah penghargaan , di antaranya dari Gubernur Jawa Barat, Perguruan Tinggi dan lainnya .

Segmentasi pasar pelatihan ICBI adalah Wirausaha Baru ( dari kalangan mahasiswa, pelajar hingga ibu rumah tangga) dan para karyawan perusahaan yang ingin memulai bisnis sendiri dan para pensiunan yang ingin memiliki usaha. Alasan memilih segmen pasar tersebut  karena kebutuhan yang tinggi akan keilmuan wirausaha dan kebutuhan mentor untuk mendampingi dan memberikan bimbingan teknis bersifat coaching profesional dalam kewirausahaan yang disampaikan  langsung oleh coach yang memiliki usaha (praktisi bisnis) agar pendekatan keilmuan mudah diterapkan. Jumlah mitra perusahaan, dan pelaku UKM yang telah di dampingi  mencapai ribuan yang tersebar di beberapa kota Indonesia, namun terbesar berpusat di Jawa Barat,. Diperkuat  coach bisnis yang berkompeten , ICBI  siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mempercepat gerakan pencetakan Wirausaha Baru Nasional

Arief yang juga berprofesi sebagai dosen kewirausahaan STIE STAN dan STMIK Indonesia Mandiri Bandung ini menceritakan,  awal fase membangun ICBI dengan keterbatasan SDM  untuk mengenalkan dan memperbanyak portofolio sangat sulit, termasuk dalam menghadapi penolakan dan edukasi. Keterbatasan dan kemampuan kepemimpinan menyatukan para profesional ketika sudah memiliki benefit dari Direktorat usaha ICBI yang memiliki tantangan tersendiri. Ketika ICBI menghadapi  badai  dalam mengatasinya peran dan kemampuan  presiden ICBI dibutuhkan untuk meyakinkan anggota tentang urgensi visi misi besar dan mulia untuk  di perjuangkan. Pribadi visioner dan mental champion merupakan hal utama yang harus dimiliki. Melewati masa badai perpecahan ,  mendorong  ICBI  memasuki fase performa tinggi untuk kolaboratif dan saling percaya untuk maju bersama. Ketika usaha kecil masih terkendali , saat  sudah besar dan profitable akan jadi ujian untuk mengendalikan armada ICBI agar sesuai dengan jalurnya. Utamanya adalah terus mencarge dengan keimanan dan ketaqwaan agar uang tidak menjadi tujuan utama , namun ketika membangun value dan penyempurnaan proses  rezeki akan mengikuti.

Pengalaman menarik selama menggeluti profesi sebaagai presiden Ikatan Coach Bisnis Indonesia,  berhasil memberikan penambahan jumlah omzet dan profit  mitra binaan KUKM menjadi kebahagiaan dan kepuasan tersendiri untuk seorang founder dan pemimpin organisasi. Sebagai presiden coach tidak hanya jabatan, namun bekerja dan membuat karya nyata yang bermanfaat  dan ridhoa Allah SWT . Membangun value dengan investasi memperbanyak jaringan binaan agar usahanya bertambah besar. Ada  wirausaha binaan berprestasi dan aktif menebarkan ilmu yang diperolehnya dari ICBI, selain pendapatan yang meningkat namun tak melalaikan untuk mengeluarkan zakat perusahaan dan menjadi ahli sedekah . Selain menjadi saksi sejarah perjalanan  usaha kecil menjadi perusahaan cukup besar  dengan jasa dan kontribusi ICBI.

Pengusaha muda ini menargetkan ICBI mendunia dan tetap mendorong pergerakan budaya bisnis .

Menurut hasil pengamatannya,  banyak peniru produk ingin cepat berhasil dengan tidak mempertahankan orisinalitas idea. Hingga dibalik itu banyak yang gulung tikar karena tidak mampu bersaing. Faktor penyebabkan persaingan usaha saat ini yakni faktor SDM yang  gagap teknologi. Di Indonesia masih banyak yang ketinggalan informasi dan prasarana utamanya, terutama di wilayah pelosok tanah air, padahal zaman sudah maju dan era perdagangan bebas telah dibuka. (E-018)***