Meski Panen Telat, Bulog Pastikan Stok Beras Jabar Aman

41

Saat ini, jawa barat menghadapi permasalahan inflasi cukup tinggi yang didominasi oleh faktor harga beras. hal tersebut karena terlambatnya masa panen padi periode oktober hingga desember 2018. meski begitu, bulog jabar memastikan, persediaan beras di jawa barat aman untuk di atas enam belas bulan.

Masalah keterlambatan masa panen padi periode oktober hingga desember 2018, diungkapkan sekretaris daerah jawa barat, iwa karniwa, sebagai penyebab berkurangnya produksi beras di awal 2019. hal tersebut terjadi karena anomali iklim di akhir tahun 2018. menurut iwa, untuk mengatasi kekurangan pasokan tersebut, presiden ri memerintahkan perum bulog untuk melaksanakan kegiatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium tahun 2019, di seluruh indonesia. hal tersebut diawali dengan disebarnya beras premium di 45 gudang di perum bulog divisi regional jabar. penyebaran melalui operasi pasar tersebut, untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat khususnya beras, dengan harga terjangkau terutama bagi masyarakat ekonomi rendah, dan stabilisasi harga beras pasca hari besar keagamaan dan nasional 2018, sehingga memberikan efek positif bagi inflasi di jabar di awal tahun 2019.

Sementara itu, menurut kepala perum bulog divisi regional jabar, achmad ma’mun, saat ini persediaan beras di jawa barat mencapai 230 ribu ton, sehingga aman untuk di atas 16 bulan. beras tersebut sudah tersebar di 45 gudang perum bulog divisi regional jabar, dengan komposisi 75 ribu ton impor dan 75 ribu ton lokal. bulog juga menyediakan beras premium dengan kualitas lebih baik, sebagai cadangan untuk bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Saat ini, beras medium untuk harga eceran tertinggi atau het wilayah jawa sebesar 9 ribu 450 rupiah perkilogram, sedangkan beras premium 12 ribu 8 ratus rupiah perkilogram.

Budi hartati, bandung tv.