Merawat Motor Injeksi Agar Irit dan Bertenaga

137

Merawat motor injeksi, bukan hal yang sulit. Secara umum teknik yang dipakai hampir sama seperti motor-motor karbu dengan beberapa penyesuaian di beberapa titik.

Ada beberapa perawatan yang wajib anda ketahui agar motor matik injeksi tetap irit dan bertenaga, diantaranya :

  1. Cek selalu kebersihan filter

Udara yang masuk kedalam ruang bakar itu tidak selamanya bersih, ini karena udara bebas mengandung partikel yang bisa menganggu proses pembakaran. Apalagi ketika  di kota besar, pastinya udara  sudah tercampur polusi dan debu.

Ada komponen filter ditengah saluran udara menuju mesin yang berfungsi menjamin agar udara masuk keruang bakar bersih dari polutan yang perlu diperhatikan. Dalam jangka waktu, debu akan menumpuk dipermukaan filter karena filter motor memakai tipe basah yang memiliki rongga besar, hingga kotoran mudah menempel.

Debu yang menumpuk dipermukaan filter akan menyebabkan efek sumbatan. Oleh sebab itu anda harus rajin membersihkan filter motor anda maksimal dalam interval 10 ribu KM. Untuk membersihkan filter bisa anda baca pada cara kerja filter motor dengan mudah.

  1. Gunakan bensin beroktane tinggi

Selain faktor udara, faktor bahan bakar juga menjadi faktor yang memperburuk pembakaran mesin. Nilai oktane adalah suatu hal yang menunjukan kemampuan bensin dalam pengaruh tekanan dan pembakaran.

Semakin tinggi nilai oktane, bensin  akan lebih tahan terhadap tekanan, dan ini sangat cocok untuk mesin-mesin injeksi yang memiliki kompresi tinggi.

Selain dari nilai oktane, kandungan bensin yang terlalu banyak mengandung sulfur akan menimbulkan kerak pada ujung injektor. Oleh sebab itu untuk menjaga kesehatan sistem injeksi pada mesin motor anda, perlu memperhatikan bensin yang anda pakai.

  1. Jaga kesehatan aki atau baterai

Aki pada motor fungsinya sebagai penyedia arus listrik, sementara sistem injeksi memerlukan arus listrik untuk melangsungkan proses kerjanya. Sehingga tanpa baterai mesin injeksi tidak bisa dihidupkan.

  1. Lakukan perawatan busi setiap 5 ribu KM

Busi berfungsi sebagai pemantik api untuk melakukan pembakaran. Secara singkat busi bekerja dengan meloncatkan listrik bertegangan tinggi kira-kira 20 KV dari elektroda (bermuatan positif) ke masa (bermuatan negatif).

Salah satu hal yang mempengaruhi besar kecilnya api yang dihasilkan adalah kondisi elektroda busi. Elektrida yang terselimuti kerak (hitam) cenderung menghambat proses loncatan energi listrik.

  1. Lakukan perawatan injektor setiap 10 ribu KM Jika motor anda sudah menginjak KM 10 ribu atau lebih maka lakukan servis injektor. Service injektor ini tujuannya untuk membersihkan bagian dalam injektor yang tidak mungkin kita gapai secara tangan kosong.

Pastinya dalam melakukan proses kerjanya, ada sedikit kotoran yang mengendap didalam injektor. Kotoran ini terbawa oleh aliran bensin, untuk memastikan kebersihannya kita perlu menyemprotkan cairan khusus melewati injektor.

  1. Kuras tanki bensin dalam interval 10 hingga 20 ribu Km

Cara perawatan terakhir bisa anda lakukan khususnya untuk motor-motor yang memiliki tanki didepan. Motor seperti ini rentan kemasukan air dibagian tankinya, bisa karena hujan atau pencucian yang kurang tepat.

Air yang masuk kedalam tanki, akan masuk pula ke sistem injeksi bahan bakar akibatnya mengganggu pembakaran mesin didalam ruang bakar. Akibatnya mesin akan brebet.

  1. Ganti oli mesin secara rutin

Untuk perawatan terakhir tidak hanya berlaku bagi motor injeksi tapi berlaku bagi semua jenis motor.

Alasan utama kita perlu mengganti oli mesin karena, kandungan oli mesin akan berubah karena sering digunakan. Itu karena saat oli melumasi komponen mesin, ada carbon sisa pembakaran yang ikut terbilas oleh oli mesin.

Ini akan mengubah warna oli menjadi kehitaman. Imbasnya daya lumas oli akan menurun dan jika terus digunakan maka keausan komponen didalam mesin akan semakin cepat. (E-002)***