7 Terdakwa Kredit Bank Mandiri Divonis Bebas PN Tipikor Bandung

61

Tujuh terdakwa kasus kredit bank mandiri yang merugikan negara 1,8 trilyun rupiah, divonis bebas oleh majelis hakim pengadilan negeri kelas satu bandung. padahal sebelumnya jaksa penuntut umum, menuntut para terdakwa dengan hukuman dua puluh, sepuluh, dan delapan tahun penjara.

Sidang kasus kredit bank mandiri yang merugikan negara 1,8 trilyun rupiah, digelar di pengadilan negeri bandung, dengan agenda putusan menghadirkan tujuh  terdakwa. para terdakwa merupakan lima pegawai bank mandiri sebagai pemberi kredit. mereka adalah teguh kartika wibowo, frans eduard zandstra, surya beruna, poerwito pudji dan toto suharto. sedangkan dua terdakwa lainnya yakni dirut pt tirta amartha bottling, rony tedi dan pegawainya juventius.

Sidang yang diketuai oleh martahan pasaribu, memberikan vonis bebas kepada tujuh terdakwa. suasana haru pun sempat mewarnai
ruang sidang yang dipenuhi oleh keluarga serta rekan kerja para terdakwa.

Vonis yang diberikan oleh hakim itu sangat jauh dari tuntutan jaksa penuntut umum. para terdakwa dituntut telah melakukan tindak pidana korupsi dan dituntut delapan tahun untuk pegawai bank mandiri yang dinilai lalai, serta dua puluh tahun penjara untuk dirut p-t  t-a-b, rony tedi.

Dari enam puluh enam bukti dalam persidangan, tidak ada satupun bukti yang menjerat para terdakwa. jaksa penuntut umum pun memilih untuk tidak berkomentar dan menyatakan pikir- pikir.

Kasus kredit ini bermula saat p-t t-a-b mengajukan pinjaman  modal usaha  kepada bank mandiri sebesar 886 miliar rupiah,serta fasilitas aset isnvestasi 250 miliar rupiah dengan jaminan, namun aset p-t t-a-b yang  hanya 73 miliar rupiah. kasus ini terungkap oleh penyidik kejagung, dan uang kredit sebesar 1,8 triliun tidak digunakan untuk modal dan ivestasi usaha namun sebagian digunakan untuk keperluan pribadi dan lainnya.

Yuwana kurniawan, bandung tv,