Menyoal Mahalnya Tiket Pesawat

103

HARGA tiket pesawat di awal tahun 2019 menjadi perbincangan yang tak berujung.  Mereka mempertanyakan  mengapa tiket pesawat  di dalam negeri  lebih mahal ketimbangan  ketika pergi ke luar negeri. Padahal, jauh sebelumnya  kerap terjadi perang tarif  antar pesawat domestik yang  banyak menguntungkan masyarakat dengan  menikmati harga diskon yang besar-besaran.

Sebaliknya,  saat ini harga  tiket pesawat melambung tinggi. Tak pelak lagi, masyarakat mempertanyakan alasan  harga tiket pesawat domestik yang justru lebih mahal dibandingkan penerbangan ke luar negeri.

Konon, harga tiket pesawat bergantung dari besaran permintaan. Harga tiket akan mahal biasanya pada saat liburan atau menjelang hari raya. Namun, anehnya  dan menjadi  kenyataan  harga tiket pesawat saat ini masih mahal meskipun sudah melewati masa liburan.

Benarkah, tingginya harga tiket pesawat domestik  disebabkan banyaknya permintaan dari partai politik (parpol) untuk keperluan kampanye  calon legislatif  dan pemilihan presiden.  Dengan adanya kampanye  Pilpres banyak caleg pergi ke luar kota yang berarti permintaan  menggunakan jasa penerbangan  meningkat?

Berbeda dengan  banyaknya pilihan maskapai di seluruh dunia membuat harga tiket ke luar negeri lebih murah ketimbang dalam negeri. Mulai dari Full Service Carier (FSC) hingga Low Cost Carier (LCC) tujuan rute internasional menjadi lebih murah.

Ke Jepang, misalnya  pesawat pilihannya banyak. Akhirnya mereka kompetisi dari persaingan harga, mulai  dari Garuda, Lion Air, Wings Air dan lainnya.

Hal lain  yang  menyebabkan  tiket pesawat  melangit, karena  harga avtur merupakan bahan bakar pesawat masih  tinggi. Coba kalau  Pertamian menurunkan harga avtur,  tentunya akan memudahkan  industri penerbangan di negeri  ini  untuk  merunkan tarif pesawat. Belum lagi  harga avtur tidak sama di masing-masing bandara yang ada.

Saya berharap pemerintah  segera  mencari solusi  dalam kemelut mahalnya tiket pesawat domestik, sihinga  tarifnya  akan normal seperti sedia kali. Terima kasih atas dimuatnya  aspirasi pembaca ini.

Kusmaladi, Cijerah Bandung