RI Contoh Baik untuk Pertumbuhan, Modernisasi, dan Inklusivitas

76

      INDONESIA tengah bergeliat menjadi kekuatan ekonomi dan kreatif baru. Di tengah ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China, Indonesia pun bisa menjadi jembatan dan penyeimbang bagi stabilitas ekonomi dunia.

        Demikian disampaikan Anindya Bakrie, pimpinan Kelompok Usaha Bakrie, saat tampil sebagai pembicara dalam konferensi internasional TED Talk Conference di Tsinghua University, Beijing, China, Minggu sore 13 Januari 2019. Ajang ini dihadiri ribuan pelaku industri teknologi, desain, ekonomi dan kreatif terkemuka dari penjuru dunia.

        “Tadi saya mengenalkan Indonesia sebagai contoh yang baik untuk growth, modernization, dan inclusivity. Juga kemajuan-kemajuan yang dicapai Indonesia di berbagai bidang,” kata Anindya.

        “Di saat ada ketegangan antara dua raksasa dunia: China dan AS, Indonesia bisa menjadi jembatan dan mediator antara keduanya, paling tidak di Asia,” lanjut Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu.

        Di depan para pebisnis terkemuka, Anindya pun memperkenalkan Kelompok Usaha Bakrie, salah satu grup usaha tertua di Indonesia, yang tahun ini berusia 77 tahun. “Apa saja yang kami kerjakan dan sumbangsihnya untuk membangun Indonesia,” kata Anindya.

        Tak lupa, di hadapan hadirin, dia juga memperkenalkan rendang, sebagai salah satu hidangan ikonik bangsa Indonesia. “Kalau Chinese Food dikenal sebagai makanan enak dunia, Indonesian Food juga tidak kalah. Rendang ini bahkan dinobatkan sebagai “the most delicious food in the world” oleh CNN,” lanjut dia.

        Juga soal pariwisata yang sudah pasti Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain. “Tak hanya Bali, kita juga punya Raja Ampat, “10 Bali Baru” dan ribuan destinasi wisata lainnya. Saya bangga jadi orang Indonesia dan memperkenalkan Indonesia yang luar biasa,” ujarnya. (C-003/BBS)***