Toyota dan Suzuki Teratas Impor Mobil

65

Sepanjang satu tahun  2018 lalu, total unit mobil yang diimpor utuh (Completely Built Up/CBU) mencapai 84.148 unit. Jumlah ini mengalami penurunan 4,3% dibanding dengan 2017 lalu yang mencapai 87.937 unit.

Ini menjadi angin segar, di tengah semangat pemerintah untuk menekan jumlah impor barang konsumsi  ke Indonesia. Bahkan, buat beberapa kategori kendaraan (di atas 3.000 cc) pemerintah menutup kerannya dengan pengenaan pajak yang naik sampai 190 kali lipat.

Revisi dilakukan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Barang Impor atau dikenal istilah penyesuaian PPh 22. Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk meringankan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia.

Meski demikian, bukan berarti kendaraan di bawah 3.000cc bisa mudah masuk. Kementerian Perindustrian melalui Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menyebut, proses penerbitan izin Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) Impor menjadi lebih diperketat.

Menelisik lebih detail mengenai impor mobil setiap merek pada 2018 lalu, mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh BB pekan ini, Toyota yang paling tinggi ,  mencapai 25.298 unit. Dibanding  2017 lalu (18.003 unit) mengalami kenaikan 40,52 %.

Posisi kedua pengimpor adalaha Suzuki yang mendatangkan produk asing ke dalam negeri sampai 21.048 unit , walau jumlahnya mengalami penurunan 13,74 % dibandingkannya dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2017 lalu, Suzuki sempat menempati posisi pertama sebagai merek paling banyak impor CBU ke Indonesia. Namun kini digeser Toyota.

Di peringkat ketiga paling banyak impor,  yaitu Mitsubishi Motor , mencapai  13.258 unit. Posisi ke empat dan ke lima ditempati Honda 5.680 unit dan Mazda 5.657 unit.Namun tidak menutup kemungkinan , jika impor  sedikit ditolerir, bila diseimbangkan angkanya (unit atau nilainya) dengan ekspor .

Ekspor

Masih mengacu pada data Gaikindo, pada tahun 2018 total ekspor mencapai 264.553 unit  ,naik 14,4 % . Pada 2017 lalu, Indonesia hanya mampu mengirim sebanyak 231.169 unit.

Merek yang masih menjadi eksportir terbesar adalah Daihatsu 117.182 unit, melonjak dua digit sampai 45,3 %. disusul Toyota sebanyak 89.627 unit, melorot sampai 23,4 %.

Memang pada data Gaikindo ,  Daihatsu terpisah dari Toyota , sebenarnya produk Daihatsu yang diekspor, dilabeli merek berlambang tiga oval tersebut. Jadi bila keduanya ditotal, jumlahnya mencapai 206.809 unit, menjadi positif 4,64 %.

Prestasi ekspor paling banyak selanjutnya adalah  Mitsubishi Motor , total  27.342 unit. Selanjutnya Suzuki  24.924 unit. Ke lima dan enam adalah Hino 2.740 unit dan Hyundai 2.737 unit. (E-002)***