Helaran Budaya Napak Jagat Pasundan Coklat Kita Sedot Antusias Warga Pangandaran

42

Bentuk tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku dan budaya bangsa. Di Indonesia, terdapat lebih dari 700 suku, berasal dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia yang dipengaruhi oleh berbagai budaya negara di Asia, bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi.

Setelah sebelumnya di gelar di Cikukulu Kabupaten Tasik Agustus tahun lalu, gelaran Budaya Coklat Kita Napak Jagat Pasundan 2018 diselenggarakan di Lapangan Grand Pangandaran, akhir Oktober 2018 lalu bertepatan dengan Milangkala Kabupaten Pangandaran ke 6.

Tries Pondang Simbolon selaku Marketing Officer Coklat Kita Regional Bandung menu­turkan, gelaran budaya Napak Jagat Pasundan merupakan persembahan dari Coklat Kita. Inti dari perhelatan, kata dia, fokus pada kesenian tatar Pasun­dan yang dikemas kekinian.

“Setiap tahun konsepnya selalu berubah, supaya pesannya mengena. Tahun ini, rangkaian Napak Jagat Pasundan dimu­lai dengan workshop budaya yang disam­paikan oleh Duta Napak Jagat, Ega Roboth dan perwakilan Saung Angklung Udjo, Kang Opik di Padepokan Seni Dangiang Mustika Saru, Oktober 2018,” tutur Tries Pondang seraya berharap, gelaran Napak Jagat Pasundan bisa jauh lebih meriah dan makin semarak.

Sementara Yanto Haryanto, perwakilan Karang Taruna Cikuranji Kab. Pangandaran mengatakan, terpilihnya Kabupaten Pangan­daran tempat diselenggarakannya Napak Jagat Pasundan, karena Pangandaran memiliki nilai budaya dan kearifan lokal yang tinggi.

“Dengan membawa semangat keber­samaan, gelaran ini mendapat sambutan masyarakat yang menonton acara yang tersaji atasi kepedu­lian Coklat Kita terhadap nilai-nilai budaya Sunda,” ujar Yanto.

Sebelum di gelar Coklat Napak jagat Pasundan di Lapangan Grand pangandaran ini Coklat Kita melakukan beberapa rangkaian kegiatan, seperti Workshop budaya yang menghadirkan nara sumber Ega Robot sebagai Duta Napak Jagat Pasundan dan Kang Opik Saung Angklung Udjo.

Dilanjutkan dengan kegiatan penampilan seni dari sanggar dan paguron yang ada di Pangandaran. Gelaran disajikan mengkombinasikan kesenian tradisional yang dikemas dengan konsep ethnik modern, diperkuat visual multimedia, ditambah permainan lighting yang memukau, sehingga gelaran ini menjadi sebuah tontonan yang spektakuler.

Dengan dukungan para pengisi acara Napak Jagat Pasundan, berupa penampilan Kecapi jenaka Abah Yana dan Asep, sudong Haji Taufik Faturohman, Narasi Puisi Kang Dodi Kiwari, Silat Pasir Intan Garut, Calung NJP, Papuri Ethno Progressive, Nuki Darso, Ega Robot Ethni Percussion, dan penampilan special Sandrina IMB dan Doel Sumbang yang membawakan beberapa lagu hitsnya, membuat penonton tidak beranjak dari area acara yang disaksikannya.

Sementara Sandrina IMB selaku pengisi Acara Napak Jagat Pasundan 2018 mengemukakan rasa banggaannya terhadap event yang diikutinya ini. Seneng banget dapat pengalaman banyak juga, bisa menghibur masyarakat yang antusias menyaksikan acara.

Doel Sumbang menambahkan, gelaran ini menjadi sebuah pen­ghargaan bagi kita yang ingin melestarikan budaya Sunda. Oleh karena itu, semua seniman berupaya menampilkan yang terbaik di even ini untuk masyarakat. “Saya kagum ke­pada Coklat Kita yang peduli untuk melestarikan dan mengapresiasi budaya daerah, termasuk budaya Sunda,” ujar Doel Sumbang.

Melalui gelaran Budaya CoklatKita Napak Jagat Pasundan, lanjut Doel, diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga menjadi tuntunan bagi generasi muda untuk melestarikan budayanya.

(E- 009)***