Kedua Kalinya Bandung Timur Dilanda Banjir Besar

19

BISNIS BANDUNG – Sabtu malam 9 Februari 2019 sekitar pukul 19.15 WIB hujan deras menguyur Kota Bandung dan sekitarnya. Di Pasir Jati Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung terjadi banjir bandang yang memporakporandakan rumah penduduk dan merusak Kantor Penelitian Benih Pertanian Provinsi Jawa Barat.

Lokasi kejadian terletak di daerah perbatasan wilayah Kabupaten dan Kota Bandung. Air deras akibat tanggul sungai jebol, terparah menimpa komplek perumahan Jati Indah Regency RW.02 Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Cilengkrang. Dalam musibah ini, diketahui tiga orang meninggal dunia, yakni Ny.Fida (35 th), Raifan (1 th) dan Hani Nurwiyani (23 th), ditambah kerusakan, masing-masing lima buah mobil dan lima motor serta beberapa rumah, satu di antaranya roboh. Minggu (10/2), Bupati Bandung Dadang bersama Kapolres Bandung meninjau area terdampak banjir bandang.

 Sejumlah anggota Batalyon zipur 9 / LLB Divif 1 Kostrad bersama Polri dan masyarakat, bergotong royong membersihkan puing-puing material yang berserakan di area tertimpa banjir. Sejauh ini, belum diketahui besaran kerugian materi akibat banjir tersebut. Banjir besar di Pasir Jati Ujungberung (sebelum dimekarkan jadi wilayah Kota Bandung), merupakan kali kedua yang terjadi di wilayah kaki Gunung Manglayang, sebelumnya sekitar bulan April tahun 1977 banjir besar melanda  wilayah Cilengkrang, Pasir Jati, Cigending, Cipanjalu.

Bongkahan batu dan kayu yang terseret banjir bandang berserakan di Jalan Raya, menjadi sebuah pemandangan yang mengerikan atas sisa-sisa material yang terseret banjir. Peristiwa ini meminta korban 14 orang meninggal dunia serta puluhan rumah dan infrastruktur mengalami kerusakan. Diperoleh keterangan, banjir besar pada tahun 1977, berasal dari longsoran bukit yang kemudian terbentuk menjadi semacam bendungan penampung air hujan. Diduga karena tidak mampu menampung volume air cukup besar, bendungan yang terbentuk secara alami ini tidak memiliki kekuatan dan jebol memuntahkan jutaan meter kubik air melanda wilayah di bawahnya.  (E-001) ***