Batu Bercorak Batik di Ciletuh Sebuah Ritme Keajaiban Alam

37

Membentang di pesisir barat daya dan selatan Sukabumi Jawa Barat, banyak menyimpan potensi tujuan wisata yang menarik untuk dikujungi. Bentangan dataran yang bervariasi mulai dari perbukitan, pegunungan sampai pantai dengan hamparan pasir yang indah menjadikan tempat ini terpilih sebagai destinasi liburan favorit pengunjung dari berbagai daerah.

Perjalanan Mandalawangi kali ini ke Sukabumi selatan untuk mengunjungi kawasan batu batik di Geopark Ciletuh. Batu batik dikenal pula dengan sebutan batu ”Punggung Naga” yang letaknya di zona inti Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Mengunjungi Batu Batik bukan perkara mudah, lokasinya yang berada di kawasan konservasi, hingga aktivitas manusia di tempat ini dibatasi.

Area Batu Punggung Naga atau Batu Batik kerap dikunjungi peneliti, fotografer hingga mahasiswa yang melakukan tugas mengenai geologi. Batu Batik merupakan bebatuan yang menyerupai duri-duri yang berasal dari sendimen batu pasir kuarsa yang berumur jutaan tahun hasil proses alam masa pra-tersier sekitar 60 juta. Batuan terbentuk secara alami dari lava panas gunung berapi yang berada sekitar 100 kilometer bawah permukaan laut, sebelum akhirnya terangkat ke permukaan bumi. Degradasi warna coklat kemerahan merupakan salah satu karakteristik yang paling menonjol pada batu batik. Tidak hanya itu, ragam ukuran dan bentuk yang unik menjadi karakteristik lain, membuat batu batik begitu istimewa.

Gugusan bebatuan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia memiliki formasi persegi, bermotif layaknya kain batik. Motif batik tersebut karena adanya gradasi warna coklat kemerahan yang menghiasi batu yang berada di tengah laut. Hingga warga masyarakat hanya bisa melihatnya dari kejauhan atau menggunakan perahu nelayan pantai Palangpang yang disewa Rp 750.000 dengan kapasitas 15 orang penumpang. Pihak BBKSDA Jabar Banten menjelaskan, kalau ada yang mau menuju ke area Batu Batik, harus mendapat surat izin. Para pelancong yang datang untuk melihat kawasan Batu Batik, biasanya ramai pada akhir pekan dan liburan panjang. (E-001) ***