Kue Ali Agrem Donatnya Orang Sunda

96

BISNIS BANDUNG – Orang Sunda pasti  mengenal cemilan berbentuk bulat berasa manis yang dijajakan pedagang kue  atau disajikan pada  acara hajatan. Berbentuk bulat berwarna coklat pada bagian tengahnya bolong  menyerupai donat , populer dengan sebutan kue ali agrem .
Seiring dengan perkembangan jaman kue ali agrem, kini mulai jarang dijajakan pedagang. Namun tidak demikian bagi warga Desa Sukasari/Sukarapih Sumedang yang tergabung dalam kelompok  PKK . Mereka memproduksi sekaligus mengembangkan kue ali agrem  dan kuliner lainnya sebagai roda penyokong  perekonomian desa . Penganan dari tepung beras yang dicampur dengan gula merah ini,dijadikan sebagai  cemilan andalan  pendapatan warga Desa Sukarapih/Sukasari.Selain mudah memproduksinya bahan dan cara membuatnya pun tidak terlalu sulit.Hanya membutuhkan ketekunan dan ketelitian dalam mencampur bahan agar tidak mengurangi citara rasa ali agrem .
” Ali agrema merupakan kue  cemilan yang sudah dikenal  masyarakat sejak lama , khususnya oleh orang Sunda. Cemilan ini  sering dijumpai sajian bagi para tamu pada acara hajat atau syukuran . Kue ini selain mudah dibutanya ,harganya murah dan banyak peminatnya, sebab itu kami memilih membuat ali agrem sekaligus untuk melestarikan makanan kampung yang bisa membantu perekonomian ibu- ibu PKK,”tutur Nani saat dikunjungi BB di dapur kreasi ibu- ibu PKK Desa Sukasari/Sukarapih,Senin (11/02/2019).
Nani selain sebagai ibu rumah tangga juga  sebagai Ketua PKK Desa Sukasari dan Sukarapih  mengabdikan diri untuk mendorong masyarakat dan membantu warga desa,  terutama para ibu – ibu mendapatkan penghasilan tambahan ekonomi keluarganya dengan membuat penganan ali agrem khas Desa Sukasari Sumedang.
Untuk itu Nani bersama ibu – ibu PKK semangat untuk mengembangkan kue ali agrem  sebagai pendapatan yang dijadikan sebagai makanan khas di desanya.
Hal ini dibenarkan Ika, sosok ibu muda , anggota PKK  Desa Sukasari yang baru memulai Diakui Ika , adanya kegiatan produksi ali agrem  dirasakannya sangat membantu , terutama dalam hal perekonomian keluarga. ” Suaminya bekerja  sebagai buruh serabutan yang hanya akan mendapatkan penghasilan bila ada orang yang membutuhkan jasanya.Namun dengan adanya kegiatan dari ibu ibu PKK , selain membantu perekonomiannya juga menambah wawasan berbagai ilmu cara membuat makanan ,”ujar Ika seraya mengucap Alhamdulillah dengan adanya kelompok kerja ibu ibu PKK yang  menjadikan dirinya bisa membuat berbagai makanan .
Berkat ketekunan  ibu- ibu PKK,kini ali agrem buatanyya sudah dipasarkn ke luar kota Sumedang. Bahkan pemesannya  ada yang dari kota-kota di Jawa tengah dan Jawa Timur. Harga  ali agrem, dijual tergantung isinya antara  Rp 40.000 – Rp 50.000/pak .Sedangkan untuk warung warung dijual secara eceran .
Hingga kini produksi ali agrem Desa Sukasari dan Sukarapih yang digagas ibu ibu PKK ,mulai berkembang dan dijadikan  acuan pendapatan  pendongkrak perekonomi warga i desa. ”Walau ali agrem ini sering disebut makanan kampung,namun  penggemarnya banyak kalangan  kelas ekonomi menengah ke atas,karena cita rasanya,”tutur salah seorang anggota PKK menambahkan.(E010) ***