Pasar Air Tawar Jabar Dikuasai Pemasok Luar

26

BISNIS BANDUNG- DPRD Provinsi Jawa Barat mengharapkan program One Village One Company (OVOC/satu desa satu perusahaan) yang digagas oleh pemerintah provinsi setempat dapat mendorong kebangkitan sektor perikanan di wilayah itu.

“OVOC ini kami harapkan bisa menjadi momentum kebangkitan bagi para pelaku pembudidaya ikan air tawar di Jawa Barat,” kata Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi kepada pers, pekan ini.

Dia menyatakan saat ini sektor perikanan air tawar di Jawa Barat memiliki peluang besar dan berpotensi dapat memberikan kontribusi ekonomi yang jauh lebih baik.
Didi menjelaskan Pemprov Jawa Barat saat ini tengah berupaya membangkitkan sektor ekonomi di desa melalui program One Village One Company dan dari program tersebut diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan bagi para pelaku pembudidaya ikan air tawar di Jawa Barat.

“Saya kira nanti perusahaan-perusahaan yang akan dibentuk oleh Pemprov Jabar dengan bimbingan berbagai pihak termasuk permodalan dari BJB, CSR, dan dari bantuan bimbingan managemen dari perguruan tinggi,” katanya.

“Kelompok-kelompok masyarakat pembudidaya ikan air tawar yang mudah-mudahan akan bangkit menjadi perusahaan yang lahir dari desa,” ujarnya.

Menurut Didi, belum maksimalnya kemampuan para pembudidaya ikan air tawar dalam memenuhi kebutuhan pasar mengakibatkan saat ini pasar ikan air tawar di Jabar dikuasai oleh pemasok dari luar Jabar.

“Kebutuhan pasar di Jawa Barat terkait hasil dari budi daya ikan air tawar seperti lele, gurame, ikan mas masih bersumber dari Jawa Tengah dan sebagainya. Artinya apa, pasar kita masih bisa menyerap tinggal produksi kita,” katanya.(B-002)***