Jangan Gunakan Reses Jadi Media Kampanye

24

BISNIS BANDUNG- Komisioner Bawaslu Jawa Barat Wasikin mengkhawatirkan waktu reses dan kampanye yang dilakukan bersamaan  akan ada potensi menjadi media kampanye dalam Pileg 2019.

“Hadirnya Bawaslu  dalam sosialisasi ini  untuk pencegahan, karena waktunya bersamaan yang dilakukan oleh anggota DPRD Jabar,” jelasnya dalam acara pengarahan menjelang pelaksanaan reses I tahun sidang 2019 anggota DPRD Jabar.

Pertemuan digagas  Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat  yang sengaja mendengarkan penjelasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jabar, pekan lalu  di Ruang Bangar DPRD Jabar.

Wasikin mengingatkan jangan sampai agenda reses dicampuradukan dengan kegiatan kampanye, karena hal tersebut menyalahi aturan. Reses itu dibiayai oleh negara, tidak boleh disalahgunaan menjadi arena kampenye.

Tidak dibenarkan aspirasi masyarakat dikesampingkan, sedangkan  unsur kampanye menjadi dominan. Ini harus dicegah, seperti menggunakan fasilitas negara, menggunakan tempat terlarang dan tidak memasang alat peraga kampanye (APK).

Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Idham Kholik menyatakan sosialiasi seperti ini dilakukan untuk memastikan reses yang dilakukan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tidak melanggar aturan kampanye.

“Saya tegaskan reses adalah kegiatan legislatif, dan merupakan kewajiban Anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya. Tapi kami memohon saat reses tidak boleh ada APK dan melakukan kampanye,” kata Idham kholik.(B-002)***