Ir.Gatot Hardyanto MM. Ikhtiar Menaikan Derajat UMKM

24

Ir.Gatot Hardyanto MM, kelahiran 15 Maret 1966, kini ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia (Aspami) Jawa Barat. Suami dari Dra.E.Mimin Amaliana ini mengawali kiprahnya di Aspami Jawa Barat karena ia berkecimpung pada bidang makanan ringan (snack).

Awal bergabung, di Aspami pada tahun 2015 ditugaskan sebagai Ketua Bidang Perencanaan, kemudian tahun 2017 terpilih menjadi Ketua Umum Aspami yang diterimanya sebagai amanah untuk mengembangkan visi dan misi Aspami.

 Dikemukakan Gatot, sebagai Ketua Umum Aspami DPP Jabar, tertarik menggelutinya untuk berikhtiar membantu menaikkan derajat pelaku UMKM, khususnya pelkaku usaha makanan dan minuman yang saat ini anggota Aspami Jawa Barat kurang lebih jumlahnya sebanyak 1700 orang. 80 % bergerak pada sektor produksi makanan minuman, 18 % jenis usaha lain  dan 2% yang ingin menjadi pengusaha. ”Anggota terbanyak terdapat di wilayah Bandung Raya.Salah satu keunikan organisasi ini, yakni dalam anggaran dasar, bahwa Aspami diperkenankan merekrut keanggotaan selain diluar pelaku UMKM makanan minuman,” ujjar Gatot menjelaskan mengenai keanggotaan.

Ayah dari M.Falah Ramadhan (20 tahun) dan M.Insan Hanif  (15 tahun) ini mengaku, selama menjadi Ketua Aspami Jawa Barat, pihaknya bersyukur karena organisasi yang dimpinnya banyak diapresiasi masyarakat maupun anggotanya. Mereka menilai Aspami sekarang lebih baik. Hal lain yang menarik saat menjadi anggota dan menjadi Ketua Aspami Jawa Barat adalah seni memimpin yang harus berhadapan dengan berbagai karakter. ”Kita lebih bijak dalam mengambil keputusan, banyak silahturahmi dengan berbagai kalangan. Namun dibalik itu ada hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan pengalaman yakni dalam menjalin kerjasama dengan pihak lain harus berhati hati terutama yang menyangkut hukum tertulis,”ungkap Gatot, akhir pekan lalu kepada BB.

Diutarakan penganut moto hidup “Semua baik tetapi ada yang terbaik pada kondisi, waktu dan tempat yang sesuai”, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri dan profesi, eksistensi komunitas/jejaring/organisasi yakni melalui kerjasama dengan berbagai pihak, akademisi, komunitas, perusahaan-perusahaan, tenaga ahli, dinas/instansi pemerintah serta media-media. Menjawab pertanyaan BB mengenai alih profesi, Gatot mengaku, sejauh ini dirinya belum berniat pindah ke profesi lain, walaupun ada yang menawari. Alasannya, karena amanah yang harus dijalankan sebagai Ketua Umum ASPAMI belum tercapai.

Dijelaskan, program jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang sedang dalam garapan pada masa kepemimpinannya yang sedang berjalan, yakni menaikan kelas atau derajat terhadap 150 pelaku UMKM melalui program sharing ilmu yang dilaksanakan seminggu sekali dengan mendatangkan coach dari dalam dan luar negeri, kolaborasi dengan berbagai pihak untuk pelatihan, pendirian tempat-tempat usaha bekerjasama dengan pemilik tempat brand d’Meet Up.

Orang nomor satu di Aspami Jawa Barat ini menyebut, saat ini tren wirausaha tengah digemari oleh kalangan anak muda yang kreatif dan inovatif yang  pemasaran produknya dilakukan secara online.

Faktor pendorongnya yakni “Mind set boss”, pola pikir mereka menurut Gatot,  walaupun usaha yang digarapnya kecil, namundipilihnya daripada jadi karyawan di perusahaan lain, selain pengaruh keluarga dan lingkungan. Tapi menekuni usaha yang digarap sendiri, terkadang ada penghambatnya, karena semua pekerjaan ingin dikerjakan sendiri padahal bisa didelegasikan.

Bagaimana mengenai kepedulian pemerintah terhadap wirausaha? Menurut Gatot, berdasar analisis dan temuan dilapangan, pemerintah mendukungnya, bahkan kebablasan seperti dimanjakannya. Harapannya kepada pemerintah, BUMN, BUMD dan perbankan agar wirausaha Indonesia tumbuh, perlu bersinergi agar lebih mengetahui dan memahami karakter UMKM binaannya. ”Menyelenggarakan program bukan hanya sekedar pencitraan, tetapi harus ril dan sesuai dengan kebutuhan yang berkelanjutan,” ungkap Gatot menegaskan. (E-018) ***