Javanero, Produsen Kopi Nusantara Jajaki Ekspor

35

ASOSIASI kopi spesial sempat menyebut ada enam merek kopi lokal merambah pasar global pada 2019, dua di antaranya Upnormal dan Javanero.

Asosiasi Kopi Spesial Indonesia menyebutkan satu usaha selain Upnormal Coffee Roasters turut ekspansi ke luar negeri, yaitu Javanero. Dalam pemberitaan sebelumnya dikemukakan, ada enam merekkopibakal merambah pasar global pada 2019.

PT Javanero Indonesia Coffee fokus memproduksi dan memasarkan kopi-kopi spesial dari Pulau Jawa, Bali, dan Sumatra. Sampai berita ini ditulis, Teddy K. Somantri selaku Presiden Direktur Javanero belum merespon terkait realisasi rencana bisnis ini.

Wakil Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia Daroe Handojo menyatakan bahwa semakin banyak pengusaha mengekspor kopi pascasangrai bukan biji mentah. Mereka juga mencantumkan logo Kopi Indonesia pada kemasan.

“Selama ini, kopi Indonesia hanya diekspor sebagai komoditas, bukan biji kopi yang sudah dikemas merek lokal. Logo Kopi Indonesia itu upayabrandingidentitas kopi kita supaya lebih bernilai tambah,” tuturnya.

Kopi sangrai campuran (house blend) jadi andalan produsen lokal untuk menembus pasar ekspor. Produk ini dapat menyiasati preferensi konsumen sehingga cita rasa kopi spesial Indonesia lebih mudah diterima masyarakat di negara tujuan.

Sekalipun negara yang dibidik adalah pasar utama komoditas kopi dunia, belum tentu lidah konsumen di sana sudah familiar dengantastekopi nusantara. “Mereka mungkin masih belum kenal dengan rasa kopi Indonesia yang beragam,” ujar Daroe.

Ekspor produk pascasangrai juga bertujuan untuk mendongkrak nilai tambah biji kopi. Selama ini, Indonesia lebih banyak menjual kopi sebagai komoditas mentah daripada barang olahan.

Sementara itu, penjualan kopi pascasangrai Upnormal terealiasi sebanyak 13 ton ke California, Amerika Serikat (AS). Dua unit kontainer berisi kopi premium dikirim pada pengujung 2018.

Manajemen PT Citarasa Prima Indonesia Berjaya (CRP Group), pemilik Upnormal Coffee Roasters, berharap ekspor dapat membantu mendongkrak nilai tambah kopi Indonesia di kancah global.

“Sejak awal 2018, kami mempersiapkan diri untuk memenuhi semua persyaratan melakukan penjualan untuk pasar AS termasuk perizinan dari FDA (Food and Drugs Administration),” tutur Direktur Marketing CRP Group Rex Marindo. (C-003)***