Biodiesel B100 Butuh Proses Panjang

66

Industri otomotif nasional sadar betul arti pentingnya teknologi otomotif yang ramah lingkungan , termasuk penggunaan bahan bakar terbarukan yang bisa diproduksi. Namun tentu itu tak mudah, ada riset dan penyesuaian yang dilakukan industri agar mesin yang mereka produksi bisa menggunakan bahan bakar tersebut.

Diperoleh keterangan , penggunaan bahan bakar biosolar atau biodiesel dialokasikan untuk mendukung sektor pertanian kelapa sawit. Saat ini proses bahan bakar solar B20 sudah rampung , kini pemerintah menargetkan proses menuju B100.

Biodiesel  merupakan bahan bakar yang tidak lagi menggunakan minyak berbasis fosil.  B100, berbahan dasar  terbarukan, seperti jagung dan kelapa sawit.

Proses B20 sudah berproduksi sebanyak 98 %. Berlanjut  menuju ke  B100. Sebab itu sekitar 30% dari total produksi kelapa sawit  akan masuk ke biofuel.

Bagaimana dengan kesiapan industri dalam soal bahan bakar ini? Meski belum ada tanggapan dari pelaku industri , produsen mobil komersial , antara lain Hino, Mitsubishi Fuso, UD Trucks, Tata Motors dan beberapa lagi lainnya, belum mengemukakan tanggapan secara terbukan.

“Kami tidak mengalami masalah soal penggunaan bahan bakar B20. Dari sisi teknis mesin, kinerja dan lain sebagainya, masih sama dengan saat bahan bakar solar untuk otomotif belum dicampur dengan ethanol atau minyak dari tumbuhan. Perubahan hanya dilakukan di saringan bahan bakar dari single layer jadi double layer,” ujar Direktur Sales & Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia, Duljatmono.

Dikatakan , bahwa saat ini pihaknya sedang getol melakukan riset penggunaan bahan bakar biodiesel B30 yang menggantikan  B20. Bukan hanya dari sisi industri, namun mereka bekerja sama dengan pemerintah sedang meriset uji jalan kendaraan menggunakan biodiesel B30. Pengujian ini bakal diperkirakan rampung sekitar Maret 2019.

“Kami juga belum bisa bicara banyak soal penggunaan B30. Mengingat semuanya masih dalam tahap riset. Tentang apa saja yang disesuaikan nantinya, ya pastinya akan diketahui setelah proses pengujian keseluruhan rampung. Karena akan banyak hal yang harus diuji, bukan hanya efek jangka pendek saja. Tapi juga dipikirkan efek jangka panjangnya seperti apa,”ungkap Duljatmono

Bisa dilihat, dalam penggunaan B100 tentu bukan sebuah proses yang gampang. Selain pengujian, juga berbicara soal untung rugi pengusaha hingga efek teknis mesin untuk penggunaan jangka panjang.