Membiarkan Citarum Kotor Ancaman bagi Kehidupan

24

BISNIS BANDUNG- Sungai Citarum  memberikan manfaat  yang sangat besar, yaitu  menjad sumber energi listrik yang menghasilkan 200 megawatt listrik, mengairi 420 ribu hektare sawah dari Karawang hingga Indramayu.

“Begitu luar biasanya manfaat Citarum. Namun jika tidak diperhatikan secara bersama-sama, membiarkan citarum dipenuhi limbah yang kotor,  maka akan mengancam kelangsungan hidup masyarakat yang banyak,” ungkap Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo disela  seminar  yang bertajuk “Model Sinergitas Pentahelix – Merawat Alam dan Nitigasi Bencana” di Bandung, Jumat (22/2).

Mantan Pangdam III Siliwangi menjelaskan, jika  aliran Sungai Citarum bermasalah, debit air berkurang, dan dipenuhi limbah, maka sawah akan kering dan terancam gagal panen. Padahal manfaat dari persawahan,   jika setiap hektarnya  menghasilkan lima ton padi, maka dari luas 420 hektare sawah bisa jutaan ton padi yang dihasilkan.

Ini jika aliran airnya lancar dan terhindar dari limbah. Sebaliknya, jika ada gangguan di Citarum maka pasokan listrik Jawa dan Bali akan terganggu.

“Hal yang harus diperhatikan lainnya ialah tentang perawatan waduk. Jika tidak dirawat, maka dam akan dipenuhi limbah yang berpotensi jebolnya dam. Jika itu terjadi, maka daerah utara terutama Bekasi, akan menjadi korban,” kata Letjen TNI Doni Monardo.

Berbagai ancaman bisa dihindari jika semua elemen masyarakat bersama-sama berkerja sama untuk mewujudkan Citarum Harum. Akan tetapi, jika hanya mengharapkan pemerintah, TNI, dan Polri, maka impian tersebut bakal sulit  terwujud.

Hadir  pada cara tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil beserta seluruh jajaran, seluruh Ketua BNPB Provinsi se Indonesia, seluruh Komunitas Pecinta Alam se Indonesia, Pengusaha, Jurnalis, dll.

Menurut Doni,  manusia tidak bisa melawan alam, contohnya Jepang, dengan kemampuannya yang luar biasa, membangun wall membangun tanggul. Begitu gempa dan tsunami rata semua, korbannya malah lebih besar.

Saat gempa Aceh 26 Desember 2004  daerah yang warganya banyak selamat dari terjangan tsunami adalah di pulau simeuleu. Warga dipulau tersebut, selamat karena terlindungi oleh vetegasi yang ada di sana yaitu vegetasi pohon kelapa

“Hal yang sama juga terjadi di Thailand. Warga Thailand yang selamat dari terjangan tsunami Aceh adalah mereka yang tinggal di kawasan yang banyak ditumbuhi vegetasi alam,” katanya.

Di Donggala juga demikian halnya, warga yang selamat dari Tsunami paska gempa bumi Palu adalah mereka yang tinggal di kawasan hutan mangrove.

“Dengan contoh-contoh tersebut  sudah saatnya vegetasi harus dilestarikan,” katanya. (B-002)***