6 Fakta Robot NASA Opportunity yang Baru Pensiun

25

OPPORTUNITY atau robot penjelajah Mars milik NASA telah dinyatakan pensiun pada 13 Februari. Robot yang sudah bertugas menjelajahi planet Mars tersebut ternyata sudah menetap di Mars selama 15 tahun.

Selain itu, robot Opportunity juga sudah banyak memberikan informasi tentang tanda-tanda kehidupan di Mars dan sebagainya. Berikut beberapa fakta lain dari robot Opportunity seperti dilaporkan laman NASA.

  1. Punya Kembaran

Opportunity telah diluncurkan pertama kali pada 7 Juli 2003 lalu dalam misi Mars Exploration Rovers (MER). Dalam misi ini, NASA ternyata meluncurkan satu robot lainnya atau kembaran Opportunity, yakni bernama Spirit.

Namun, kedua robot ini mendarat di dua sisi Mars yang berbeda pada Januari 2004. Spirit mendarat di Kawah Gusev pada 4 Januari 2004, sedangkan Opportunity mendarat di Meridiani Planum pada 24 Januari 2004.

  1. Menunjukan Tanda Kehidupan di Mars

Kedua robot tersebut memberikan banyak informasi untuk astronom tentang kondisi Mars. Mereka memperlihatkan kondisi permukaan Mars yang kemungkinan basah sehingga berpotensi adanya kehidupan seperti di Bumi.

Selain itu, Opportunity juga menemukan adanya batu yang berbentuk buah blueberry yang terbentuk dari air tanah yang memiliki sifat asam. Saat di tepi Kawah Endeavour, robot itu juga menemukan aliran putih yang terbuat dari mineral gypsum yang merupakan tanda bahwa ada aliran air di bawah tanah Mars.

  1. Rekor Baru

Awalnya, robot Opportunity hanya ditargetkan untuk menjalankan misi di mars selama 90 hari saja. Namun, misi penjelajahan Opportunity meningkat menjadi 60 kali lebih lama dari waktu yang ditargetkan hingga bisa bertahan selama 15 tahun lamanya di Mars.

Karena itulah Opportunity mencetak rekor baru di luar Bumi sebagai robot penjelajah yang melakukan perjalanan paling panjang. Selama bertugas, Opportunity juga memecahkan rekor perjalanan sejauh 45,16 kilometer.

  1. Kecil, namun Bisa Bertahan

Opportunity menjadi robot kecil yang bisa bertahan menghadapi segala kesulitan di Mars. Roda depan robot ini kadang menarik arus lebih banyak dibandingkan roda lainnya sehingga membuat teknisi harus mendorong robot ini ke belakang agar rodanya bergerak bersama-sama.

Medan yang sulit dan berbahaya juga sering dialami oleh Opportunity. Robot pernah tergelincir ke lereng saat mendarat di Kawah Eagle. Karena itu teknisi harus menarik robot agar bisa keluar dari kawah. Hal tersebut pun juga terjadi lagi di Kawah Endurance.

Selain itu, Opportunity juga menghadapi dua badai debu berbahaya pada 2007 dan 2018. Di badai pertama, robot masih bisa menjalankan misi.

Sayangnya, Opportunity harus berhenti beroperasi karena badai debu kedua yang dialaminya 2018 lalu. Badai tersebut menyebabkan robot tidak mendapatkan cahaya matahari yang digunakannya sebagai sumber tenaga.

  1. Sumber Informasi

Selama menjalankan misi, dua robot ini sudah mengirimkan lebih dari 342.000 gambar kepada NASA. Kedua robot ini juga sudah menghasilkan 31 foto panorama warna yang sangat menakjubkan.

Gambar tersebut di antaranya pasir yang menyerupai gelombang air, bercak-bercak batuan beberapa kawah di Mars dan sebagainya. Ini tentunya mengungkap keindahan yang tersembunyi di Planet Merah.

  1. Sebagai Pembelajaran Misi NASA

Meskipun sudah pensiun, keberhasilan misi Opportunity dan Spirit ini akan membantu misi NASA untuk Mars selanjutnya. Selain itu, mereka juga menjadi sumber informasi bagi para astronom yang akan menjalankan misi pada tahun 2020 mendatang di Mars. (C-003/Ahl)***