Pondok Pesantren Baiturrahman Ciparay Miliki BWM Beromzet Miliaran Rupiah

116

BISNIS BANDUNG – Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H., S.Ip., M.Ip  mengapresiasi Pondok Pesantren  Baiturrahman Ciparay yang telah mendirikan Bank Wakaf Mikro (BWM) ”Berkah Bersama Baiturrahman/B3 “. Keberadaannya sangat membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

“Seperti kita ketahui bersama, Ponpes merupakan sebuah lembaga pendidikan. Namun di Baiturrahman  terbentuk sebuah lembaga keuangan mikro syariah. Insya Allah dengan berdaya secara ekonomi, Ponpes bisa menyejahterakan masyarakat di sekitarnya,” ujar Bupati usai acara Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Ponpes Baiturrahman, Ciparay , Rabu pekan lalu.

Bupati berharap, BWM tidak hanya berdiri di Baiturrahman , namun  berdiri juga di Ponpes lainnya di Kabupaten Bandung. “Saya berharap BWM B3 dapat menjadi percontohan bagi Ponpes lainnya, dalam  menyejahterakan dan memberdayakan masyarakat, khususnya umat Islam di Kabupaten Bandung,” ungkap Bupati.

Sementara  Ketua Pengawas BWM B3 K.H. Yamin Kamaludin, S.Pd.I., M.M menjelaskan, BWM merupakan program baru pemerintah pusat yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar pesantren dengan sumber dana yang berasal dari donatur .

“Kami mendapatkan dana dari donatur sekitar Rp 4 miliar. Satu miliar di antaranya peruntukan bagi nasabah, sisanya  digunakan untuk biaya operasional. Kini BWM B3 memiliki 540 nasabah, Alhamdulillah untuk tahap awal peminjaman semuanya lancar,” tutur Yamin yang juga sebagai Pimpinan Ponpes Baiturrahman.

Selain memberikan kesejahteraan secara finansial, pihaknya juga memberikan pemahaman lewat kajian yang dilaksanakan semiggu sekali. Jadi secara positif BWM menimbulkan efek domino, antara lain memberikan pemahaman agar masyarakat terhindar dari riba.

“Lewat kegiatan menghilangkan riba dan sebarkan 3 S (Sodakoh, Sabar dan Shalat), atau biasa disingkat Mersis, masyarakat diberikan kajian terutama terkait hukum riba. Di sini kami berusaha memberikan pemahaman yang diharapkan secara perlahan akan mengubah mindset masyarakat,” tambah Yamin.

Ditempat yang sama Manager BWM B3 , Dahlan Irfan, S.E. menambahkan, BWM Baiturrahman merupakan salah satu BWM dengan jumlah nasabah terbesar kedua di Indonesia.

“Dari 10 BWM yang ada di Indonesia, dengan jumlah 540 nasabahnya, BWM B3 menempati urutan kedua terbesar. Sebagai awal, bagi  nasabah diberi pinjaman modal usaha  Rp 1 juta. Jika sudah lunas, nasabah bisa mendapatkan pinjaman kembali Rp 2-3 juta. Meskipun jumlah pinjamannya relatif kecil, tapi ini merupakan program awal untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus mengikis praktek rentenir disekitar kita,” ungkap Dahlan menjelaskan.

Baiturrahman ditunjuk pemerintah pusat sebagai penyalur BWM, melalui Otoritas Jasa Kuangan (OJK).

“Kami berharap Pemkab Bandung dapat memberikan dukungan kepada nasabah kami. Terutama dalam mengembangkan usaha mereka, mulai dari pemilihan bahan baku yang baik, pengemasan sampai pemasarannya,” ujar Dahlan menambahkan. (B-003) ***