Membedah Gelimang Penghasilan Selebgram Indonesia

20

TEKNOLOGI yang semakin canggih, membuat banyak orang kini bisa dengan mudah mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Bukan lagi dari berbisnis online saja, bahkan hanya lewat unggahan pribadi di sosial media. Ya, menjadi selebgram jawabannya.

Selebriti Instagram atau yang dikenal dengan sebutan “selebgram”, belakangan menjadi fenomena baru di kalangan anak muda. Mereka hadir dari berbagai latar belakang yang menarik untuk diikuti kehidupannya. Dari mulai pecinta makeup, fotografi, makanan, fesyen, dan masih banyak lagi.

Lewat kemampuannya membagikan foto atau video yang disukai khalayak, penghasilan yang diperoleh pun tak tanggung-tanggung, puluhan hingga ratusan juta rupiah bisa dikantongi. Jika banyak yang bertanya-tanya mengapa semudah itu, kuncinya ada pada konten yang ditampilkan dalam akun Instagram. Semakin unik, inspiratif, atau bahkan kontroversial, maka semakin banyak followers serta likes yang mereka dapatkan.

Kehadiran selebgram tampaknya mematahkan stigma bahwa untuk menjadi terkenal dan bergelimang income haruslah tampil melalui layar kaca. Penasaran dari mana saja penghasilan para selebgram tersebut? Simak kupas tuntasnya berikut ini seperti dikutip BB dari berbagai sumber, Senin (18/2/2019).

Endorsement

Banyaknya followers dan likes, kedua hal itulah yang kemudian ‘mengundang’ brand dari berbagai segmen tertarik untuk mempromosikan produknya lewat jasa para selebgram. Logikanya jika pengikut mereka banyak, tentu produk yang dipromosikan bisa cepat laku.

Endorsement ini tentunya tidak gratis, mereka akan mendapat bayaran sesuai rate card. Rate card sudah disesuaikan dengan performa mereka di social media. Selain dibayar, produk yang dikirimkan kepada mereka nantinya juga akan menjadi hak milik selebgram tersebut. Menang banyak bukan?

Umumnya, endorsement dibagi menjadi 2 jenis unggahan; feed dan IG story. Tarif endorsement dari kedua jenis unggahan tadi juga berbeda-beda, apalagi kalau bentuknya video. Sebagai contoh untuk satu kali unggahan foto pada feed, selebgram cantik Rachel Vennya mematok harga kurang lebih Rp15 juta. Konsep foto dan video endorsement rata-rata mereka buat sendiri, sehingga brand sebagai pihak klien cukup terima beres. Itulah mengapa postingan selebgram fenomenal seperti Awkarin yang terlihat ‘niat’ sangatlah mahal tarifnya.

Paid Promote

Di luar endorsement, sumber penghasilan para selebgram juga berasal dari paid promote. Apa bedanya, kan sama-sama dibayar? Tidak jauh berbeda memang. Hanya saja untuk paid promote, selebgram akan menerima beberapa materi promosi dari brand yang ingin bekerja sama. Misalnya foto beserta caption. Lalu, semua tinggal mereka unggah, sehingga tidak perlu repot-repot memikirkan konsepnya lagi.

Karena itulah, tarif untuk sekali paid promote biasanya tidak semahal endorsement. Namun lagi-lagi tergantung siapa selebgram yang diajak kerja sama. Kalau sudah populer, tetap saja minimal uang yang mereka terima bisa jutaan rupiah untuk sekali paid promote.

Product Collaboration

Seiring dengan nama selebgram yang semakin kompeten di bidang yang mereka tekuni, misalnya beauty influencer, sejumlah brand makeup pun akan tanpa pikir panjang menawarkan kerja sama. Bukan lagi sebagai endorser, tapi dipercaya untuk menggarap suatu product collaboration.

Anda yang menggilai makeup, pasti sangat familiar dengan sosok Tasya Farasya. Wanita berdarah keturunan Arab ini memang tidak diragukan lagi skill-nya dalam bersolek, begitu pun ketika me-review produk makeup. Hal inilah yang membuat brand seperti Mineral Botanica tertarik untuk bekerja sama dengannya, melalui produk liquid lipstick yang diberi nama “Mineral Botanica X Tasya Farasya: Henna Night Collection”. Nah, hasil dari penjualan produk tersebut nantinya akan dibagi dua, ke pihak brand dan kolaborator.

Visit

Adapun sumber penghasilan selebgram lainnya adalah visit. Seperti istilahnya, visit berarti mempromosikan usaha seseorang dengan mendatangi langsung tempat yang dimaksud. Kunjungan ini dapat berupa opening restoran, toko retail, atau salon.

Saat berkunjung, selebgram tersebut juga akan menerima service yang tersedia secara cuma-cuma. Contohnya ketika beauty vlogger Rachel Goddard melakukan visit ke salon eyelash extension, ia mendapat treatment gratis tanpa syarat tertentu. Hanya cukup mengabadikan beberapa momen lewat Instagram mereka saja.

Speaker

Melalui segudang pengalaman yang berarti, para selebgram juga sering diminta untuk menjadi pembicara suatu acara event atau talkshow. Tujuannya untuk menyedot pendatang yang sering kali merasa penasaran dengan kehidupan mereka.

Seperti misalnya selebgram Alodita yang kerap diundang pada berbagai talkshow mengenai parenting dan financial journey. Tema yang ditentukan harus sesuai dengan personality yang selama ini mereka tunjukkan di social media. Dari menjadi speaker, tentu ada bayaran yang diterima meski tak sebesar endorsement.

Secara garis besar, itulah bagaimana cara selebgram memperoleh penghasilan. Bekerja sebagai selebgram memang menyenangkan. Caranya mendapatkan uang, semua dilakukan berdasarkan apa yang mereka suka. Namun jangan salah, untuk mempertahankan kepopulerannya, seorang selebgram juga dituntut untuk terus kreatif dalam memikirkan ide-ide cemerlang sebagai bahan konten mereka.

Munculnya era selebgram juga digadang-gadang sebagai media promosi yang lebih efektif. Kedua pihak akan menerima keuntungan sebanding, layaknya simbiosis mutualisme. Selebgram memperoleh fee, brand mendapat untung dari penjualan yang meroket berkat promosi dari mereka.

Nah, untuk menghasilkan konten di media sosial yang menarik bak selebgram juga membutuhkan peralatan mumpuni seperti smartphone dan kamera. (c-003/dni)***