Seri Akhir Kejurnas Super Adventure 2018 Berlangsung Di Cimahi

40

Setelah 3 seri, berlangsung di Tuban, Bali, Sukabumi, kali ini seri akhir kejurnas super adventure Offroad Team (SAOT) berlangsung di Lapang Tembak Gunung Bohong, Kota Cimahi selama dua hari pada awal Desember 2018 lalu.

Kejurnas final yang digelar Genta Auto Sport dan didukung penuh Super Adventure ini, diramaikan oleh 69 starter dari berbagai kategori yakni individu ataupun tim, dan  menunjukkan penampilan terbaiknya, baik  ketahanan mobil maupun skill para offroader dalam menjajal trek berlumpur selepas diguyur hujan sebelumnya, sehingga memberikan tantangan tersendiri bagi para pesertanya.

Sementara itu, para offroader terlihat antusias ketika menguji adrenalin di lintasan yang cukup terjal dan ekstrem tersebut. Bahkan beberapa kendaraan offroader pun mengalami masalah hingga sempat terguling, hingga persaingan sengit dan adu strategi menghajar lintasan gunung bohong ini pun menjadi tontonan sekaligus hiburan bagi ribuan masyarakat Cimahi, ditambah beberapa booth-booth makanan dan beberapa aktivitas virtual game serta perfom band-band local pun menghiasi perhelatan kejuaran nasional tersebut.

Tebing berupa tanjakan dan turunan terjal yang disertai handycap tajam, merupakan kondisi Special Stage yang disuguhkan dalam ajang ini, dan klasifikasi para pesertanya terdiri dari kelas tim terbagi menjadi dua grup yaitu di bawah 2.500cc, serta di atas 2.500cc. Sedangkan kategori individu dibagi menjadi empat kelas. Yakni kelas maksimum 1.000cc, 1.000 hingga 2.000cc, 2.000cc ke atas, dan free for all. Serta menurut pihak penyelenggara, rata-rata jumlah peserta di empat kota yakni Tuban, Bali, Sukabumi, dan Cimahi ini berkisar 60 hingga 70 peserta, dan kebanyakan pesertanya didominasi dari Kalimantan dan Pulau Jawa.

Agung Setio Wibowo, sebagai Perwakilan Genta Auto & Sport mengatakan dalam kejuaraan kali ini ada dua kategori perlombaan yakni individual dan tim work.

“Dari kategori tim ada dua kelas, yakni under di bawah 2500 cc dan uper di atas 2500 cc. Kalau individual ada empat kelas yakni, G1 1000 cc, G2 1000 sampai 2000, G3 2000 cc hingga 2500 cc dan G4 free for all,” katanya.

Ia mengatakan, para peserta menempuh lintasan 8 SS untuk tim dan 4 SS untuk individual dengan menempuh waktu rata-rata 30 detik hingga 2 menit.

Sementara itu, Giwa Rahman selaku Deputi Marketing Manager Super Adventure DSO Bandung barat, menyebutkan putaran keempat Kejurnas Super Adventure Offroad 2018 Tim & Individual ini merupakan seri terakhir di tahun 2018. Seri sebelumnya digelar di Tuban, Bali, dan Sukabumi yang semuanya memiliki antusias peserta yang sama tinggi.

Selain tingginya antusias offroader, Giwa juga sangat bersyukur karena animo masyarakat khususnya pencinta offroad terlihat sangat besar untuk menyaksikan perhelatan offroad tersebut.

“Ada sekitar ribuan penonton yang hadir, antusiasnya memang luar biasa karena selain menyaksikan offroad mereka juga bisa menikmati booth-booth makanan yang disediakan di lokasi. Bahkan kami juga memfasilitasi penonton yang ingin camping di lokasi lewat gelaran Super Camp,” katanya.

Berikut beberapa pemenang dimulai dari kategori tim kelas di bawah 2.500cc pemenangnya adalah Sewangi Cocoa 1 dari Yogyakarta dengan skor 754, lalu untuk kelas di atas 2.500cc adalah CBM – Restustart Melia Laundry dari Yogya juga dengan skor 740. Sementara untuk kategori individu kelas G1 adalah Ardan, Hafid dari Jawa Tengah dengan skor 385, Kelas G2 pemenangnya adalah M. Alfath, Wanda dari Jawa Timur dengan skor 395, dan kelas G3 pemenangnya, Ridha Giwangkara, Pandu dari Yogyakarta dengan skor 400, lalu kelas G4 adalah Dex Ray, Dex Tung dari Bali dengan skor 385.

Selamat buat para offroader semua, semoga kalender event kejurnas tahun depan makin tetap semarak, karena selain kejuaraan, event ini juga sebagai wadah silaturahmi sesama offroader terutama yang yunior dengan senior. Sekaligus Offroader yunior bisa menimba ilmu dari seniornya dan menambah jam terbang kedepannya..E 009