Pentingnya Edukasi Skill Mengemudi Truk dan Bus

43

Mengemudikan angkutan umum berdimensi besar, seperti truk atau bus  membutuhkan skill yang memadai agar dalam perjalanan  nyaman, aman dan selamat sampai tujuan.

Keselamatan berlalu lintas di jalan merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan oleh para pengendara, terutama bagi para pengemudi bus dan truk.

Lalu lintas di Indonesia sangat sibuk dan padat akibat jumlah kepemilikan kendaraan pribadi dan niaga yang terus bertambah. Hal ini menimbulkan kerawanan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan truk.

Peristiwa kecelakaan yang melibatkan kendaraan niaga tidak terlepas dari pemahaman mengemudi dan managemen pengelolaan resiko kecelakaan yang rendah dari para sopir truk dan bus.

Prihatin dengan kondisi ini produsen truk dan bus rutin menggelar kegiatan Hino Safety Driving Competition. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

”Kota Bandung mengalami pertumbuhan infrastruktur yang sangat pesat sehingga menyebabkan tingginya volume truk di jalan raya. Oleh sebab itu, keselamatan mengemudi sudah seharusnya lebih ditekankan,” ujar Wibowo Santoso, Deputy General Manager Sales Planning & Strategic Division PT Hino Motors Sales Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi para pengemudi truk dan bus tentang keselamatan dan efisiensi dalam berkendara. Kompetisi dan edukasi ini dikemas dalam konsep yang menyenangkan dengan memberikan sejumlah materi dan teori terkait berkendara yang sesuai dengan peraturan lalu lintas. Selain itu, agar lebih memahami ilmu yang telah diberikan, peserta juga mengikuti kegiatan praktek di lapangan.

Gelaran kali ini merupakan sesi final yang menyisakan 20 peserta finalis dari total 100 peserta yang notabene adalah para sopir truk dan bus perusahaan yang ada di Kota Bandung. Masing-masing 10 finalis kategori bus dan 10 finalis kategori truk.

Setelah itu, 10 pengemudi terbaik  bus dan 10 pengemudi  truk , setelah lolos tes hari pertama ,melanjutkan ke hari berikutnya untuk inspection test dan skill test berupa zig – zag forward dan backward serta reverse parking yang digelar di area Stadion Si Jalak Harupat  Soreang Kabupaten Bandung,(21/2).

Khusus bagi peserta pengemudi bus terdapat test tambahan berupa eco driving test, yakni teknik mengemudi bus yang ekonomis agar saat melaju jadi lebih hemat  konsumsi bahan bakar dengan menyusuri jalan tol.

Rendahnya kompetensi sopir truk di Indonesia menjadi salah satu faktor seringnya kecelakaan yang melibatkan truk. Menurut data Jasa Marga yang dikutip Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) 70% kecelakaan di jalan tol terjadi pada truk.

Padahal secara populasi jumlah truk hanya 12% dari total jenis kendaraan yang melewati jalan bebas hambatan. Namun justru truk menjadi penyebab terbesar terjadinya insiden lalu lintas di tol. Mereka tidak pernah mendapatkan pelatihan khusus. “Karena itu pelatihan ini sangat penting, terutama untuk meningkatkan defensive driving skill dan driving awareness para sopir truk dan bus,” ujar Sales & Promotion Director HMSI, Santiko Wardoyo.

Berbekal hasil pelatihan dan kompetisi Safety Driving bagi para pengemudi bus dan truk , diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara di jalan, selain dapat menurunkan angka kecelakaan bus atau truk . (E-002)***