Dana CSR itu untuk Masyarakat

130

BISNIS BANDUNG-  Ketua Asosiasi Pengelola CSR RI (APCRI), Sulaeman Rauf menilai selama ini mayoritas perusahaan masih mengelola dana dana CSR oleh pihaknya sendiri. Oleh sebab itu  tidak jarang, ada ketidaksesuaian dengan kebutuhan masyarakat sekitar perusahaan itu berdiri.

Dana CSR sekitar 2 hingga 3,5 persen dari keuntungan kotor sebuah perusahaan itu merupakan tanggung jawab sosial yang harus disalurkan kepada  masyarakat sekitar perusahaan itu berdiri.

“Tapi masih belum maksimal dan dibutuhkan wadah yang tepat,” kata Sulaeman Rauf  pada pelantikan  Kepala Cabang  dan Kepala Perwakilan Asosiasi Pengelola CSR Jawa Barat,  DKI Jakarta, Banten dan Jatim  do Hotel Horison Bandung, Jum’at (1/3).

Menurut  Sulaeman,  melalui CSR para perusahaan masih berharap timbal balik. Padahal fungsi CSR, seharusnya benar-benar untuk membantu masyarakat yang merasa terganggu oleh aktivitas perusahan atau industri tersebut.

“Dana CSR  itu dapat membantu untuk kebutuhan masyarakat, yang tidak teranggarkan baik oleh APBN mauopun APBD,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang APCRI Jabar, H.Yayat Supriatna A.SE, MM menyambut gembira diselenggarakannya acara pelantikan  pengurus APCRI di  Kota Bandung. Hal tersebut, katanya merupakan suatu kepercayaan dan kehormatan  guna  lebih mengoptimalkan  penggunaan dana  CSR untuk kebutuhan  pemberdayaan masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Pendanaan Pembangunan Daerah Bappeda Jawa Barat, Yuke Maulani  Septina,  pihaknya  mencatat, baru 177 perusahaan dari 40 kawasan industri dan usaha di daerah ini yang menyalurkan bantuan corporate social responsibility (CSR)-nya. Ratusan perusahaan tersebut berada di kawasan industri dan usaha Kabupaten Karawang, Bekasi, dan Kabupaten Purwakarta.

Dia menyebutkan, potensi ekonomi Provinsi Jawa Barat cukup tinggi. Tapi partisipasi perusahaan di bidang CSR, tercatat  baru 4 kawasan industri dan usaha yang aktif.

Oleh karena itu  dibutuhkan peran dan sinergi dari semua stakeholder dalam memaksimalkannya yang belakangan  ini dampak dari bantuan sosial tersebut, masih belum banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pemanfaatan dana CSR tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur, melainkan juga pengembangan SDM. “Sektor ini juga, yang perlu mendapatkan perhatian, seperti kemudahaan akses pelatihan dan pendidikan,” tutur Yuke.(B-002)***