Disiapkan Rp7 Miliar Bangun Pusat Kebudayaan di Jabar

56

BISNIS BANDUNGDalam waktu lima ke depan, Pemrov Jawa Barat akan membangun pusat-pusat kebudayaan di  yang tersebar di 27 kabupaten/kota se Jawa Barat. Tahap pertama, 2019 pembangunan pusat kebudayaan ini, dialokasikan dilima Kabupaten, yakni Kabupaten Bandung, Sumedang, Garut, Cirebon, Subang dan Ciamis.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Barat, Agus Hanafi yang didampingi Kabid Budaya, Wahyu Iskandar, Budayawan, DR Zaini dan Disainer Gedung Pusat Budaya Sunda, Permana mengungkap hal itu  dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di halaman Gedung Sate, Rabu (5/3).

Pembangunan  lima  gedung kebudayaan tahap pertama, akan dimulai pada bulan Mei tahun ini dengan alokasi dana antara Rp 5 hingga Rp 7 miliar. Pembangunan pusat kebudayaan  tersebut akan  dilakukan di pusat ekosistem kebudayaan, sehingga    komunitasnya  lebih hidup dan berkembang.

Menurut Agus Hanafi, dari kelima pusat kebudayaan yang akan dikembangkan tahap pertama ini hanya di Kab. Bandung yang  memiliki tantangan cukup berat. Di Kabupaten Bandung  menyatu dengan Sabilulungan, jadi  kemungkinan akan menemui  sedikit kendala.

Pembangunan Pusat Budaya ini,  di samping sebagai pelestarian budaya Sunda juga memenuhi ruang ekspresi budaya  masyarakat. Hal  tersebut  dikarenakan seni tradisi saat ini  mulai memudar yang digantikan oleh organ tunggal seperti yang banyak terjadi, khsususnya di Pantai Utara Jawa Barat.

Pembangunan pusat budaya ini merupakan  ruang seni dan atraksi. Dengan  terwujudnya pusat budaya  diharapkan  menjadi pusat informasi bagi wisatawan nusantara maupun  mancanegara,

Budayawan Sunda, DR. Zaini Ali’f mengatakan apa yang  digagas Gubernur Jabar Ridwan Kamil  adalah mimpi para seniman dan budayawan.”Ide pak Gubernur ini sebetulnya adalah mimpi kita, jadi begitu ide muncul  kita langsung antusias menyambutnya.  Sebab memang ini adalah  keinginan kita,” tuturnya.

Sedangkan  seorang  disainer gedung pusat budaya Sunda Jawa Barat, Permana menyatakan, disain gedung gedung tersebut akan mengakulturasikan modern ke tradisional dengan  menggunakan material lokal.(B-002)***