Pemusik Juicy Luicy Diuji Kompetensi Musik

60

Lagu Kini Nanti dan Selamanya, Mulai Berjalan dan Bebaskan , milik grup Juicy Luicy akhirnya direkam dengan format akustik dan dijadikan single promosi mereka. Bermodalkan tiga lagu tersebut, mereka lebih berani untuk mempromosikan grup band-nya.

Musik yang mereka mainkan semakin variatif dan eksploratif,  selain pop sentuhan warna musik soul, funk, groove, R&B, hingga jazz yang  mereka namai  dengan sebutan Motown. Album perdana band yang terbentuk di Bandung pada tahun 2012 ini, berjudul Dansa Malam  dirilis di tahun 2014 dengan lagu Terjebak Persahabatan dan Sabtu Malam Sendiri sebagai unggulannya.

Nama Juicy Luicy  terinspirasi dari sebuah karakter  film 50 First Dates yang dimainkan oleh Adam Sandler dan Drew Barrymore. Dalam film tersebut, terdapat seorang karakter bernama Lucy, yang dimainkan oleh si cantik Drew. Juicy Luicy mengambil nama Lucy dengan menambahkan hurup “i” ditengah nama Lucy , maka  dan jadilah Luicy, sementara Juicy sendiri merupakan singkatan dari Joy Under Imagination and Creation of Youth.

Gio “ATAP” dari DCDC menyebut,  kehadiran band Juicy Luicy di Pengadilan Musik edisi 30  karena karya mereka sudah berhasil menarik perhatian publik, khususnya kaum zaman now. Terpantau karyanya di YouTube sudah mendapat 5 juta viewer.

“Mereka selalu menghadirkan lagu-lagu yang spektakuker dan direspons bagus di youtube. Kita tahu perjalanan mereka seperti apa, mereka sekarang diambil label. Ini menarik kita untuk mengorek keberhasilan mereka di Pengadilan Musik ,” ujar Gio.

Sepanjang  bermusik Juicy Luicy tidak luput mengalami pergantian personil. Namun, hal tersebut tidak membuat mereka patah semangat. Mereka semakin terdengar namanya pasca  bergabung dengan E-Motion Entertainment. Lagu Aku Cinta Dia yang Cinta Pacarnya (2015), Terlalu Tinggi (2016) dan Tanpa Tergesa  (2018) menjadi citra Juicy Luicy  mewarnai kancah musik Indonesia. Respon positif mereka dapatkan di mana-mana, terutama lewat single terakhir mereka, Tanpa Tergesa. Juicy Luicy berhasil merajai chart di berbagai radio di Indonesia, khususnya di daerah Jawa Barat.  Hingga Juicy Luicy pun diseret ke Pengadilan Musik DCDC edisi ke – 30, Jum’at malam 22 Februari 2019 di Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon No. 8A  Kota Bandung dengan dua Jaksa Penuntut,  Budi Dalton dan Pidi Baiq dengan Pembela  Yoga (PHB) dan Ruly (Pasar Barang Antik Cikapundung). Pengadilan  dipimpin  Hakim Man (Jasad) . Jalannya persidangannya diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera.

Grup band dengan personil Denis (gitar), Julian (vokal), Zamzam (saksofon), Bina (saksofon, flute), dan Dwi (drum) di persidangan harus menghadapi berbagai tuntutan. Di akhir persidangan , Hakim memutuskan Band Juicy Luicy lolos dan karya-karyanya layak rilis . (E- 009) ***