Murahnya Harga Jual Ayam di Kandang; ”Jomplang”  Dengan Biaya Produksi

75

BISNIS BANDUNG  – Para peternak ayam potong di Sumedang mengeluhkan harga jual ayam potong di kandang yang mereka jual kepada bandar jauh dari harga pasar. Mereka mengaku terus mengalami kerugian karena harga jual “jomplang” dari biaya produksi .
Peternak ayam potong di Kampung Cibiuk Sumedang selatan,  terpaksa menjual sebagian besar ayam mereka ke  bandar yang  datang untuk langsung ayam dari kandang.Namun harga yang disodorkan  bandar kepada peternak hanya  Rp 15 .000 untuk ukuran ayam seberat sekitar  2 kilogram.

Dituturkan  Parjitno, para peternak ayam di Kampung Cibiuk,benar-benar merasa dirugikan oleh kondisi dan ulah para bandar.
“Saya menjual ayam dikandang kepada bandar , di samping  ada yang dijual langsung ke pasar ,namun harga ayam yang dijual kepasar jauh berbeda dengan ke bandar. Para peternak mengetahui adanya perbedaan antara harga yang dijual ke bandar dan  ke pasar, setelah peternak melakukan penjualan langsung ke beberapa pasar di Sumedang,”tutur Prajitno saat ditemui dikandang ayam miliknya , Selasa (05/03/2019).
Dikatakan , pantas jika biaya produksi yang ditanggung peternak ngak ketutup,sebab harga ayam dikandang yang dijual ke bandar ,jauh dan tidak sebanding jika kita menjual ke pasar. Selain itu  para peternak , juga harus menanggung beban biaya cukup tinggi untuk membayar listrik yang digunakan untuk blower di kandang ayam.
Kepada BB beberapa ayam Kampung Cibiuk menyebutkan ,  harga ayam DOC atau Day Old Chicken saat ini , harganya Rp 7500 sampai Rp 8000. Harga ayam potong di pasar sekitar Rp 30.000 – Rp 32.000/kg . Karena alasan biaya produksi  yang tidak tertutup , banyak peternak ayam potong Kampung Cibiuk Sumedang selatan,menghentikan usahanya sementara waktu , menunggu kondisi harga kembali stabil. ”Kini mereka hanya mengisi waktunya dengan membersihkan kandang serta memperbaiki bagian – bagian kandang yang  rusak,”  tambah Prajitno .(E-010) ***