Kpud Cianjur Bantah 17 Wna Masuk Dalam Dpt

12

Untuk memastikan tujuh belas wna yang memiliki kpt elektronik, berdasarkan peraturan, kepemilikan ktp elektronik bagi tenaga kerja asing, telah diatur undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi. kpud cianjur pun memastikan, ke-17 wna tidak terdaftar dalam data pemilih tetap.

Merujuk pada undang-undang nomor 24 tahun 2013, pada pasal 63, warga negara asing yang memiliki kartu tanda penduduk elektronik, telah memiliki persyaratan khusus yakni kartu izin tinggal  tetap. izin tinggal terbatas bisa dimiliki anak yang ikut orangtuanya, atau istri ikut suaminya, atau seseorang yang karena aktifitas sesuai ketentuan yang berlaku mendapat izin tinggal terbatas.

Sementara itu, menurut data imigrasi sukabumi, dari lima puluh lima wara negara asing yang memiliki izin tinggal tetap di kabupaten cianjur, hanya tujuh belas yang sudah tercatat di catatan sipil, dan memegang ktp elektronik.

Selain itu, bentuk ktp elektronik yang dimiliki warga negara asing, sekilas sama dengan milik warga negara indonesia. namun, pada kolom kewarganegaraan, ditulis negara asal mereka dengan masa berlaku lima tahun, berbeda dengan ktp el milik wni, yang masa berlakunya seumur hidup.

Isu wna masuk dalam daftar pemilih tetap atau dpt, membuat kpud cianjur angkat bicara, karena hal itu merupakan hoax atau berita bohong. tak hanya itu, kpu telah membuktikannya dengan menelusuri ke disdukcapil. tidak satupun dari 17 wna tersebut, yang terdaftar dalam dpt pemilu mendatang.

Selain itu, dalam aturan pemilu, yang berhak memberikan suara pada pemilu 2019, merupakan warga negara indonesia yang tertera di dalam ktp el.

 heri setiawan, bandungtv