Pelaku Ekraf dan Startup di Sumedang Mendapat Pelatihan Bekraf

65

BISNIS BANDUNG – Ekonomi kreatif  akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia mendatang. Sumedang yang memiliki misi sejahtera, agamis, maju, profesional, dan kreatif (SIMPATI). Keberadaan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)  di Sumedang menjadi pendorong tercapainya visi tersebut dengan meningkatkan kesiapan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) serta pengusaha rintisan (startup) dengan kemampuan mengakses pembiayaan non perbankan dengan Bekraf Venture.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menuturkan hal itu dihadapan 100 pelaku ekraf dan startup Sumedang  dalam acara pelatihan pelaku ekonomi kreatif di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang ,Selasa (12/03/2019).
. “Masa depan ekonomi Indonesia ada pada ekraf (ekonomi kreatif). Bekraf memberikan pengetahuan, peluang pembiayaan selain perbankan, yakni skema bagi hasil modal ventura yang dilihat dari kelayakan usaha. Bekraf bukan hanya menunjukkan uang, namun juga memberi pengetahuan bagaimana membuat proposal yang baik untuk mengakses pembiayaan non perbankan,”ujar Fadjar
Dikemukakannya ,  untuk memaksimalkan potensi dan mengembangkan usaha para pelaku ekonomi kreatif ( Ekraf ) dan pengusaha rintisan ( Startup ) di Kabupaten Sumedang, Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) menggelar Bekraf Venture.
Selain itu, menurut Fadzar,  kalau kita berbicara perbankan, tidak semua pelaku ekonomi kreatif  memiliki jaminan atau anggunan, sebab itui kami hadir menjelaskan cara mendapatkan permodalan dan cara mengaksesnya sekaligus menjelaskan proposal yang baik untuk menarik minat investor dan mendapatkan pembiayaan non perbankan.
Ditempat yang sama,  Anggota DPR RI Komisi X F – PPP, Ratih Sanggarwati yang hadir dalam acara ini mengemukakan, pihaknya sedang bekerja keras untuk legislasinya, karena kalau tidak ada payung hukumnya, meski kuat  akan terlihat kecil, Namun lanjut Ratih,bila memiliki payung hukum, bisa menjadi sesuatu yang besar dan peruntungannya untuk masyarakat,  bukan untuk siapa siapa.
Ratih menambahkan,  keberdaan BeKraf  sejak  empat tahun lalu merupakan sebuah terobosan yang  berpihak kepada rakyat, karena ekonomi kreatif itu tumbuhnya dari rakyat yang memiliki badan hukum .
“Ekraf  bagian terpenting dari kemajuan ekonomi Indonesia. Kita harus paham untuk bergabung dengan komunitas ekraf yang membuka wawasan penting mengenai packaging, pemasaran, modal merupakan pembelajaran yang diperlukan pelaku ekraf Sumedang. Sehingga permodalan hadir di usaha kita, bukan hadir pada diri kita,”tutur Ratih.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Sumedang, Agus Sukandar menginformasi subsektor unggulan Sumedang, di antaranya seni pertunjukan, musik dan seni rupa. Agus menyebut, seni pertunjukan Sumedang yang disambut pada acara pentas kesenian di Bali yang menampilkan perpaduan musik jazz dengan musik etnik Sunda ,  kerjasama pemerintah Sumedang dengan seni rupa dan desain Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Kedepan, kekuatan Sumedang yang akan memberikan multiplier effect kepada 16 subsektor ekrafyang bakal diangkat  menjadi Festival Sumedang Marak setahun sekali. Diharapkan berdampak pada pelaku ekraf Sumedang,” tambah Agus. (E-010) ***