Minimnya Upah, Petugas Sortir Dan Lipat Surat Suara Mengundurkan Diri

36

Sejumlah petugas sortir dan lipat surat suara pemilu 2019, yang dipekerjakan oleh KPU kota cimahi, tak datang alias bekerja kembali, dan menyatakan mengundurkan diri, dalam proses pengerjaan penyortiran dan pelipatan. alasannya yakni, minimnya upah yang diberikan oleh Kpu Cimahi, dan petugas tidak diberi makan.

Ketua Kpu cimahi – Mochamad Irman mengatakan, dihari pertama pelaksanaan penyortiran dan pelipatan surat suara Pileg dan Pilpres 2019, di Gedung Hardjuno, pada jumat lalu, petugas yang bekerja melakukan penyortiran dan pelipatan hanya 174 petugas, dari 200 orang yang terdaftar. di hari kedua,jumlahnya menurun menjadi 153.

Kpu Cimahi menyatakan, tidak akan menambah atau mengurangi petugas sortir dan lipat surat suara pemilu 2019. pasalnya KPU Kota Cimahi, hanya memiliki waktu maksimal hingga 20 hari untuk menyelesaikan pelipatan sekitar 1 juta 557 ribu 865 lembar surat.

Mochamad Irman mengaku, tidak tahu pasti alasan mundur atau tidak kembalinya hampir 30 orang petugas surat suara tersebut, disnyalir akibat tugas yang berat. KPU mengklaim, upah perlembarnya memberikan nominal 80 rupiah, dan itupun tanpa makan.

Sementara itu, sejumlah warga cimahi yang menjadi petugas sortir dan lipat surat suara, mengeluhkan jika bayaran yang terlalu kecil dan tak ada uang makan. petugas yang bertahan melaksanakan tugas pelipatan dan penyortiran mengaku terpaksa bertahan, karena butuh uang.

Dalam kegiatan penyortiran dan pelipatan, setiap petugas diberikan target melipat sampai 1.500 lembar surat suara perorang per harinya.

Algi ghifari,bandungtv.