Siswa Sma USBN Menggunakan Hp

46

Ujian sekolah berstandar nasional atau usbn tingkat sekolah menengah atas, diselenggarakan mulai hari ini di indonesia. Sesuai peraturan pemerintah, setiap sekolah diwajibkan, mulai mengganti sistem usbn dari kertas menjadi menggunakan komputer. Bahkan, di salah satu sekolah menengah atas di kota bandung, siswa mengerjakan ujian nasional dengan menggunakan handphone yang berbasis android.

Ada pemandangan yang berbeda di sma negeri sembilan bandung, senin pagi. Jika biasanya menggunakan kertas, kali ini sebagian besar siswa melaksanakan ujian sekolah berstandar nasional dengan menggunakan handphone.

Pada usbn tahun ini, seluruh siswa tersebut mengerjakan soal dengan menggunakan sistem berbasis android, sehingga mereka menggunakan gadget sendiri ataupun laptop. Sistem bernama edubox smart rooters ini sengaja digunakan pihak sekolah, untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan ujian. Siswa mengerjakan soal yang sudah diupload oleh guru mereka pada aplikasi yang hanya bisa online di sekolah tersebut. Untuk pilihan ganda, siswa cukup mengerjakannya di handphone, sedangkan untuk essai mereka kerjakan di selembar kertas.

Siswa pun tidak dapat membuka aplikasi lain di handphone atau laptop mereka saat ujian. Aplikasi ujian tersebut akan terblokade, saat siswa membuka aplikasi lain ataupun menerima telefon. Hal ini yang membuat pihak sekolah yakin, tidak akan ada kecurangan dalam usbn.

Agus menyatakan, dengan sistem ini pihaknya bisa menghemat biaya 15 hingga 20 juta rupiah dalam satu kali ujian, karena tidak perlu menggandakan soal ujian dan membeli apk. Pihak sekolah pun tidak memungut apapun untuk pelaksanaan usbn dengan sistem ini.

Hingga saat ini, tinggal dua sma di kota bandung yang masih menggunakan kertas soal dalam usbn, yaitu sma 25 dan 26. Sedangkan sistem berbasis android yang diterapkan sma 9 ini baru satu-satunya di kota bandung.

Budi hartati, bandung tv.